Ketika Cinta Melanda

love-tumblr-my-love-story-uv6uep6b

Tidak bisa disangka setiap manusia akan selalu besentuhan dengan yang namanya cinta, sementara kadang kecintaan seseorang pada lawan jenisnya itu dapat memberikan buah kerinduan, dan orang yang mencinta pasti akan selalu rindu pada orang yang dincintainya, kerinduan kepada orang tersebut seringkali membekaskan duka.

Tersadar bahwasanya dalam agama islam ini sudah diberikan batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, yaitu pria dan wanita hendaknya saling menundukan pandangan, saling berjauhan dan tidak saling menyentuh, baik berjabat tangan maupun yg lainnya.

Islam pun telah mengajarkan bagaimana dalam bergaul, wajibnya menghindarkan diri dari setiap hal-hal yang menjerumuskan kedalam zinah, seperti berdua-duan, atau yang biasa disebut dengan ‘pacaran’

Dari aturan-aturan tadi sudah jelas bagaimana hukum pacaran, baik pacaran yg dilakukan secara langsung maupun yg terselubung seperti chatting disosial media, sms-an dan lain sebagainya. Maka hukum pacaran itu haram.

Tersadar akan hal itu para remaja yang paham akan haramnya hukum pacaran, akan menjauhkan dirinya sejauh-jauhnya dari hal-hal tersebut, Maka para remaja tersebut yg saling merindukan tadi, mereka akan mencari solusi bagaimana menghadapi “ketika cinta melanda” bagaimana agar tehindar dari hal-hal yang dapat menjerumuskan mereka ke hal-hal yang terlarang.

Dari permasalahan tersebut langkah yang paling baik yang bisa ditempuh adalah.. Dengan menyempurnakan Iman, melakukan sunnah Rasulullah sallaullahu a’laihi wa salam yang paling indah, yaitu menyegerakan ‘Menikah’ ingatlah nasehat beliau kepada para pemuda yang telah memiliki kemampuan menikah agar segera menikah sebagaimana sabdanya.
“Wahai para pemuda barangsiapa yang telah memiliki kemampuan untuk menikah maka menikahlah karna itu akan menjaga pandangan dan lebih menjaga kemaluan, namun barangsiapa yg belum mampu maka berpuasalah, karena puasa itu bagai obat pengekang bagi dirimu”

Lalu bagaimana.. Bagi yg belum mampu untuk menikah? Atau yg masih kuliah, yg belum diizinkan oleh orang tuanya, dan bagaimana bila sang pujaan ternyata tidak ada sinyal-sinyal cinta yg sama? Tidak ada sinyal-sinyal ingin melamar kita?

Yaa ukhti fillaah.. Yang semoga Allah senantiasa menjaga kita, masih banyak cara lain, disini akan dijabarkan satu per-satu bagaimana kiat untuk menghilangkan kerinduan antara lawan jenis, yang dikutip dari Kajian Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal via Radio Muslim.

Bismillah..

Cara yang pertama untuk menghilangkan kerinduan kepada lawan jenis adalah dengan berusaha untuk ikhlas dalam beribadah, berusaha agar setiap ibadah yang kita lakukan hanya untuk mengharapkan wajah Allah azza wajalla. Karna apabila seseorang sudah ikhlas dalam beribadah, sudah sibuk beribadah, maka kecintaan kepada Allah dan nikmatnya beribadah akan mengalahkan segala kerinduan, segala cinta tadi.

Syaikh Al-Utsaimin berkata “sungguh jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan telah ikhlas kepadaNya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis dari manisnya ibadah tadi, dan tidak menjumpai hal-hal yang lebih indah dari pada ibadah kepada Allah”

Karna manusia itu tidak akan meninggalkan suatu yang dicintainya melainkan setelah ia menemukan cintai lain yg lebih indah dan lebih baik yaitu cinta kepada Allah.

Oleh karena itu apabila hati sudah tersibukan oleh nikmatnya beribadah kepada Allah, maka segala pikiran-pikiran tentang lawan jenis itu akan bisa terhilangkan.

Solusi yang kedua..

Hendaklah banyak memohon kepada Allah subhanallahu wata’ala agar terhapus segala kerinduan serta rasa kasmaran yang melanda diri.
Dan ingatlah ukhty fillah.. Setiap doa yang kita panjatkan kepada Allah akan bermanfaat entah doa tersebut segera Allah kabulkan atau doa tersebut akan menjadi simpanan diakhirat kelak atau mungkin Allah akan menghindarkan kita dari keburukan yang semisalnya.

“Tidaklah seorang muslim yg memanjatkan doa kepada Allah selama doa tersebut tidak mengandung dosa dan memutuskan silatuhrahim antar kerabat, melainkan Allah akan memberikan tiga hal: akan segera dikabulkan, Allah menyimpannya sebagai bekal diakhirat kelak, atau Allah akan mengindarkan dari kejelekan yg semisal”

Solusi yang ketiga…

Allah berfirman :

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” [QS. An-Nuur : 30-31].

Dengan selalu menjaga pandangan, selalu memanage dan mengcontrol pandangan tatkala melihat lawan jenis, karna biasanya seseorang jatuh cinta kepada lawan jenisnya disebabkan oleh pandangan yg berulang-ulang.

Solusi yg keempat..

Menyibukan diri dengan hal-hal yg bermanfaat, biasanya dalam keadaan seseorang tidak punya kegiatan, biasanya seseorang lebih mudah berangan atau memikirkan orang yg disukai disaat sedang sendiri dan tidak ada kesibukan apapun.

Solusi yg kelima..

Menghindari nyanyian dan film-film percintaan.

Nyanyian/musik dan film-film percintaan ini dapat menghanyutkan hati apalagi nyanyian tersebut penuh dengan kata-kata cinta, yg indah.
Maka para ulama mengatakan bahwa dari nyanyian-nyanyian itulah terbukanya pintu perzinahan, karena nyanyian adalah mantra-mantra zinah.

“Nyanyian itu dapat menimbulkan nyanyian dalam hati sebagai mana air itu bisa menumbuhkan tanaman-tanaman” -Ibnu Mas’ud

“Nyanyian adalah suatu yg sia-sia yg tidak ku sukai, karena nyanyian itu seperti kebatilan siapa saja yg sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, akibatnya jika ia ingin menjadi saksi maka kesaksian nya tertolak, karna dia orang yg fasik”

Solusi yg keenam..

Berusaha membayangkan kekurangan sang pujaan.

Jadi yg dibayangkan bukan yg bagus-bagus, tapi yg buruk-buruk darinya.

Orang yg memadu kasih dengan pacaran ini mereka biasanya memiliki sifat tidak adil, dalam arti tidak proposional dalam menilai setiap orang.
Orang yg dia cintai maka dia akan lebih cenderung melihat sisi postifnya saja.

Ibnu jauzi mengatakan “sesungguhnya manusia itu kalau dipandang haruslah dengan najis/kotor, harus dengan penuh banyak kekurangan sehingga manusia tersebut tisak layak untuk dipuja-puja atau disanjung dan senantiasa dirindukan, sebenarnya orang yg dirindukan itu tidak seperti yg dihayalkan dalam lamunannya”

Para ulama sering mengatakan “apabila mata, yg diliputi oleh hawa nafsu itu akan menjadi buta”

Itulah beberapa solusi yg dapat ditempuh oleh saudari ku yang sedang mengalami ‘kasmaran’ sungguhlah solusi diatas jauh lebih baik dari pada pacaran yang jelas-jelas sudah teruji keharaman nya, semoga Allah senantiasa menjaga kita dari hal-hal yang mendekati kepada kemungkaran, dan menjauhkan sejauh-jauhnya dari hal-hal yg mendekati zinah. Allahul Musta’an..

Semoga tulisan diatas dapat bermanfaat, dan kita dapat mengambil pelajaran.

dipetik dari kajian ustadz muhammad abduh tuasikal, Hafizahullah, dengan penambahan beberapa kata. Jazakallahu khoyrn, semoga Allah senantiasa menjaganya beserta keluarga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s