Terfitnah Via Twitter..

Notebook Apple Cup Love Heart HD Wallpaper - LoveWallpapers4u.Blogspot.Com

“Makanya akhwat lajang jangan berteman dengan ikhwan lajang”

Kutipan itu diambil dari status seorang ikhwan.

Pas baca maakkkjleeb nusuk kehati.

Buat kita (akhwat lajang) Kaya ngerasa ke gampar. Entah apa cuma saya.

Tapi, fenomana kaya gini emang nggak habis-habis dibahas, karna iblis memang sudah punya seribu macam cara untuk menjerumuskan kita.

Bukan cuma saya, kalian pasti pernah kan, kagum sama seseorang dari tweet/status² nya? Nggak usah cinta deh, kagum. Pernah lah pasti, ya kan? *ciamaksa*

Muncul kata-kata dihati..

“Masyaa Allah cucok! Doski imam yang baik nih.. ” «– walau nggak se-alay ini juga sih

Ya tapi, semacam gitu lah.

Pasti pada protes “Elo doaang keuleezzz”

Ahaha~ Oke.. Oke..

Jaman udah modern banget ya, sampe iblis pun nggak mau kalah, dia udah siap siaga untuk menebar fitnah juga, dijejaring social.

Ngeri.. Ngeri.. Iblis udah gaul

Akhirnya kena kasus “Terfitnah via twitter” Beh canggih. Tapi, begitulah kenyataannya, banyak yang sudah kena.

Untuk akhwat/ikhwan yang sudah ngaji pasti nggak akan mau saling ketemu, ikhtilat aja nggak mau, apalagi khalwat, karna Alhamdulilaah Allah sudah memberi mereka pemahaman akan bahaya nya hal tersebut.

Boro-boro ketemuan, ada sekumpulan ikhwan aja kalau mau lewat nunggu bubar dulu.. *Eh, bubarnya abis isya =))

Nah, Jadi iblis godalah mereka lewat hal-hal yang akhwat dan ikhwan bisa saling mengetahui satu sama lain, tanpa saling bertemu, yaitu lewat social media.

Yang bebas lancar jaya, tanpa hambatan, mau dm-dm-an, whatsup-an, massage-an, bbm-an, bebas, nggak ada yang tau. Mau ber-haha hihi hehe, bahkan ber we-ka-we-ka, ce-ka-ce-ka, bebaaas.

Mungkin kalau dimention atau wall, masih ada imannya (baca: malu) jadi balasnya, sekedar ala kadar, diakhiri titik, tanpa koma apalagi smileys.

Kalau didm? Bbm? Siapa yang tauu, kalau terselip kata-kata

“hihihi akhi lucu” “ukhti jugaa.. ” “Aaa~ jangan-jangan kitaa?” Eaa.. Eaaa..

-___-

Didunia maya, kepada ikhwan itu harusnya kita nggak boleh bedain, harus sama. Harus sama-sama hati-hati, harus sama-sama dijaga.

Jangan mentang-mentang didunia nyata terlihat, didunia maya enggak, inget woy ada Allaah, yang nggak ada hal sekecil apapun luput dari pengawasannya.

Kita harus menganggap twitter/fb ini seolah-olah dunia nyata.

“Hah, gimana maksudnyaaa?”

Oke, Jadi, begini..

Kalau ditwitter/fb tangan kita kan suka gatel tuh “elo doang” oke.. Ditwitter/fb tangan saya suka gatel, tapi sekarang udah enggak, udah diolesin minyak tawon. Terimakasih tongfang.
Apansih nih ngaco..

Ahaha.. Baiklah..

*Btw, ngikik kalau inget minyak tawon, itu kan minyak urutnya mbah akung* *okeininggakpenting*

Jadi, misalnya gini, kalau difb/twitter ada ikhwan lagi ngebahas sesuatu sama ikhwan lain, dan ada yang salah, kayanya tangan nggak tahan banget kan, pengen reply “afwan, akhi setau ana.. Blablabla” atau dia lagi membahas sesuatu yang menarik sampe-sampe kita penasaran dan butuh penjelesan, “akhi.. Gimana kalau begini.. Itu boleh ndak yaaa?” Atau apalah kata-kata manis lainnya.

Nah, bayangkan kalau itu didunia nyata..

Kalau didunia nyata, begitu tuh, kaya ada sekumpulan ikhwan lagi ngobrol, terus kita lewat nggak sengaja denger, eh langsung nimbrung dengan kata-kata seperti tadi.

Gimana, anti berani nggak??? Kalau berani.. Ya no coment ah, mending saya udahi tulisan ini. *ciengambek*

Ehehe, In sya Allaah sih, ukhti-ukhti disini pasti nggak berani, pasti malu kan? Alhamdulilah.

Jadi, posisikan bahwa ini layaknya dunia nyata, tetap jadikan malu sebagai perhiasan.

Smileys.. Walaupun smileys hukumnya mubah, ya tapi nggak usahlaaa~ kalau sama ikhwan pake gitu-gituan, senyum cemberut nyengir mata genit ^^ bahkan yang idih banget, kedap-kedip ;;)

Bayangkan itu didunia nyata, kalian senyum-senyum, sama ikhwan asing, apalagi sampe kedip-kedip, geliii~

Saya yakin kalau didunia nyata nggak akan ada yang berani kaya gitu, lalu apa bedanya dengan didunia mayaa? Sama-sama ada perhitungannya, sama-sama tetep ada dua malaikat disebelah kita.

Mungkin ini lebay, tapi cara ini dirasa sangat efektif, bikin kita mikir, dan ngerasa canggung, ya walau saya sendiri belum menerapkannya *YAAH!* proses.. Dalam kata lain “sedang berusaha” menerapkannya, maka dari itu jikalau ukhti-ukthi menemukan saya sedang bermudah-mudahan ngobrol ketawa-ketiwi sama ikhwan, dijejaring social mulai saat ini, tegur, aja “woy fat!!! Ngobrol nggak ngajak-ngajak” *ehsalahya*

Jangaan.. Jangan kaya gitu yang tegas, tegur langsung sekalian biar pedes, biar saya malu dan akhirnya menghindari hal demikian.

Karna dari kata “afwan akhi..“ Itulah bisa berlanjut ke obrolan-obrolan lain, ke pembicaraan-pembicaraan lain.

Ya, okelah awalnya tanya-jawab seputar agama, berasa udah syeikh bangetlaaah tuh ikhwan kita tanyain mulu pendapatnya =))

akhirnya ketagihan, besoknya nanya lagi, nanya mulu, nanya teruuuuus~

Lama-lama penasaran, mulailah nanya nama, tinggal dimana, nanya statuuus. Aihh~ iblis udah mulai jingkrak-jingkrakan.

Emang bener banget perkataan seorang akhwat

“bukan salah uncle zuckerberg atau uncle dorsey”

kita nya aja yang nggak bisa menjaga.

Awalnya nanya tentang agama, iya kalau berakhir dikantor urusan agama, kalau di-urus sajalah urusan kita masing-masing alias cuma diphp-in, berakhir begitu saja tanpa kepastian, kita akhwat cuma bisa apa ukhti? Paling nangis 3 ember.

Dan, si ikhwan pun paling juga cuma jawab “situ nya aja ke Ge-eran”

Sakitnya tuh disini ukh.. *yahcurhat*

Lagian ketika akan menikah nanti saya ingin proses ta'aruf saya tidak dihiasi dosa-dosa.. ingin berjalan lancar sesuai syariat, tanpa ada embel-embel sms-an, bbm-an, hal-hal nggak penting, jangan sampe ta'aruf hanya beda nama dengan pacaran, jangan sampe jadi TTM alias Ta'aruf Tapi Mention-an, atau Ta'aruf Tapi Mesra, Waiyazubillah..

Karna, hati itu lemaaah. Apalagi kita, para wanita mudah sakit dan mudah juga terlena.

Ditambah kita ini adalah mahluk paling gampang Ge-er sedunia, yang sukanya dipuji dan diperhatikan.

Bagi saya cinta belum halal itu hanya cobaan, kalau belum sah masih bukan cinta namanya, bisa jadi kagum atau malah cuma penasaran.

Preetlaah itu Cinta Dalam Diam, sama aja, ngotor-ngotorin hati doang, bikin ibadah nggak khusyu, tiap malem mikirin doi, tiap hari ngetweet kodeeee mulu, tentang nikah-nikahan muluuuu, dengan hastag terpendam #SemogaDiaBaca..

Bahkan sampe tergalau-galau, alhamdulilah walau nggak sampe ngetweet #NowPlaying Lumpuhkan Ingatanku.*Ya-elahnggakbanget*

Tapi tetep ajaa, apa bedanya sama ABG yang pacar-pacaran itu. Sama-sama galau mikirin orang yang nggak halal.

Mulai sekarang yuk kita jaga kelemahan kita ini yaitu, hati. Jangan sampai terjebak dan terlena dengan hal-hal yang hanya menghabiskan waktu, pikiran dan air mata.

Jaga izzah & iffah kita sebagai muslimah, jaga pergaulan, didunia nyata terlebih didunia maya yang sangat haluuus ini.

kita sudah tau bagaimana hukumnya persahabatan dengan lawan jenis, itu termasuk perbuatan yang sangat haram dan
kemungkaran yang sangat-sangat mengerikan.

Nggak boleh bagi seorang perempuan untuk berkawan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Saya pernah membaca sebuah tulisan “Jika Allah ingin meng-Ali-kan jodohmu, maka Fatimah-kan lah dirimu”

Nah dari itu, saya ingin jodoh saya kelak adalah orang yang sangat menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya, yang nggak genit sama ukhti-ukhti lain, yang nggak pernah mau terlibat obrolan dengan lawan jenis, didunia nyata atau didunia maya sekalipun, walaupun hanya sekedar balas mention, apalagi dm, biarpun itu tanya-jawab masalah agama. Lagipula kaya nggak ada akhwat yang berilmu aja.

Maka dari itu kita pun jangan bermudah-mudahan, membalas coment apalagi massage ikhwan yang nggak penting.

“Jodohmu seindah dirimu ukh..”

Kalau ada ikhwan yang rajin ngingetin anti sholat, anti bilang lah ke dia, dirumah anti tuh juga ada masjid, dan anti nggak budek, azan masih kedengeran, nggak usah tiap jam ngingetin waktu sholat. Sok peduli, apa ngeledek

Terakhir.. Pernah ada seorang ikhwan yang ngetweet begini..

“Jika ada ikhwan yang sering mention
akhwat hanya untuk ber "HaHa-HiHi",
"wkwk" dan hal gak penting lainnya. Berarti, si Ikhwan menganggap akun akhwat tersebut adalah akhwat yg tidak perlu disegani, tak perlu dihormati… ”

Bayangkan ini yang ngetweet, ikhwan lho.. Apa nggak ngejleb.

Jadi.. Sayang banget kalau didunia nyata kita dihormati dan disegani oleh laki-laki, tapi didunia maya? Siapapun bisa dengan mudah ngobrol dengan kita.

Akhir kata “Makanya akhwat lajang jangan berteman dengan ikhwan lajang”

Biar enggak “Terfitnah Via Twitter”

-entah kenapa lagi males nulis yang serius-serius, tulisan santai ini ditulis untuk memotivasi dan sebagai pengingat untuk diri sendiri, bedasarkan pengalaman pribadi dan bukan ingin menyindir pihak manapun.

Maaf kalau nggak jelas

Saya emang gitu keliatannya aja serius, aslinya mah Syerina kok :')

Semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s