Waktunya Pulang…

tumblr_static_tumblr_mt2gvzzou41r5syyvo1_500_1_

ﻋﻦ ﺃﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ –
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- » ﺃﻛﺜﺮﻭﺍ ﺫﻛﺮ ﻫﺎﺫﻡ ﺍﻟﻠﺬﺍﺕ «.
ﻳﻌﻨﻰ ﺍﻟﻤﻮﺕ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan
mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat
sajalah disempurnakan pahalamu. Barang
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” QS. Ali Imran: 185.

ﻋﻦ ﺃﺑﻰ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ –
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- » ﺃﻛﺜﺮﻭﺍ ﺫﻛﺮ ﻫﺎﺫﻡ ﺍﻟﻠﺬﺍﺕ «.
ﻳﻌﻨﻰ ﺍﻟﻤﻮﺕ.

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan.. yaitu kematian” (HR. Tirmidzi)

Bicara soal kematian pasti itu jadi pembahasan paling menakutkan..

Gimana engga.. itu adalah waktu dimana semuanya yang indah ini bener-bener nggak berarti..

Waktu dimana, kita udah nggak mikirin naro handphone dimana, ada bbm dari siapa, siapa aja yang udah ngelike status kita, udah ngetweet apa aja, siapa yang mention. ah.. Itu sama sekali udah nggak penting!

Kita udah nggak akan mikirin, nanti makan siang dimana.. Ayam penyet atau bebek goreng. Dan itu semua udah nggak akan nikmat lagi!

Kita juga udah nggak mikirin berapa saldo rekening kita diATM, apa aja yang udah kita belanjakan hari ini.. Berapa stel baju kah, dapet discon berapa aja. Karna itu semua udah nggak menyenangkan lagi!

harta kita yang selama ini kita jaga dengan sangat hati-hati, sudah nggak bernilai sama sekali.. kalau bisa bicara mungkin kita akan bilang “ambil semuaaa.. Yang kau mau, aku tidak butuh.. Itu lagi”

Karna tetap hanya sebuah kaffan putih tanpa jahitan sedikitpun yang kita bawa..

Kesenangan, tawa, canda, Semuanya terhenti, saat ada nama kita diantara deretan manusia yang tiba waktunya untuk pulang.

Saat pemutus kenikmatan itu datang..

Waktu dimana kita nggak akan bisa berbuat apa-apa bahkan untuk mengundurkan barang sesaat pun dan memajukannya kita nggak mampu. (7:34)

Kehebatan yang kita sombongkan.. Kekuatan yang kita andalkan.. Jabatan yang kita agung-agungkan, kecantikan, ketampanan yang kita banggakan.. Semua itu akan kita tak hiraukan lagi..

Yang ada hanya.. Ketakutan, kecemasan, dan kesakitan yang hebat..

Semoga kita tak mendapati kata “sudah terlambat” saat ajal itu tiba.

Saudaraku.. Yang aku harap kita semua dapat bertemu kembali kelak diJannahnya.. Ada sebuah pesan syadu dari Nabi kita salaullahualaihi wa salam.. Yang dishahihkan oleh Imam Bukhari, tentang sebuah perjalanan menuju kampung akherat..

“Dunia sudah pergi meninggalkan, dan akhirat datang menghampiri, dan setiap dari keduanya ada pengekornya, maka jadilah kalian dari orang-orang yang mendambakan kehidupan akhirat dan jangan kalian menjadi orang-orang yang mendambakan dunia, karena sesungguhnya hari ini (di dunia) yang ada hanya amal perbuatan dan tidak ada
hitungan dan besok (di akhirat) yang ada
hanya hitungan tidak ada amal.”

Mampukah kita mengamalkannya? Zuhud dengan yang fanah ini..

Mampukah kita mundur dan berlari jauh dari kenikmatan-kenikmatan yang menghanyutkan ini..

Mampukah kita hidup didunia ini layaknya pengembara, layaknya orang asing..

Apakah kita terlalu menganggap bahwa surga itu terlalu mustahil.. Terlalu jauh untuk digapai..

Dan merasa diri tak pantas meraihnya.. Tapi itu bukan berarti membuat kita jauh dan lari dari jalan menujunya..

Bukan berarti membuat kita masa bodo serta putus asa dan akhirnya.. Bergelut dengan maksiat..

Terpikirkah oleh kita.. Bagaimana jika waktu itu tiba.. Disaat diri ini sedang bermaksiat kepadaNya.. Bagaimana jika waktu itu tiba disaat diri ini sedang belum bertobat kepadaNya..

Karena sungguh.. Satu manusiapun dibumi tidak ada yang tahu kapan umurnya habis.. nggak akan ada yang bisa lari dari kematian, berlari menjauh dari sang maut..

atau hanya sekedar bilang kepada sang malaikat maut. “Tunggulah.. Sampai aku bertobat kepda Allaah”

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Munafiqun: 11).

Apa yang kita pikirkan hari ini? Tentang sebuah kehidupan.. Ya hari ini saja! Adakah terbesit dalam keadaan seperti apa nanti kita dimatikan?

Adakah terbesit seperti apa nanti kita dibangkitkan?

Adakah sedikit rasa syukur.. Dengan kesempatan yang besar ini, adakah sedikit terpikir bahwa Allaah masih hidupkan kita hingga detik ini itu karena Dia ingin kita mati dalam keadaan bertobat..

Kesempatan itu datang 1 hari.. 2 hari.. 3 hari.. 1 tahun.. 2 tahun.. Tapi.. Ingatkah kita bahwa kesempatan itu tidak selamanya.. Karna diujung sana tetap ada sang maut yang sudah menunggumu, dan akan berkata..

“Waktunya.. Pulang.. “

-Ditulis ketika membaca sebuah kabar meninggalnya seorang teman 1 angkatan.

Oleh Siti Fatimah Aisyah seseorang yang memdambakan mati dalam keadaan Khusnul Khatimah. Jumu’ah, 15 Sya’ban 1435 Menjelang Ashar..

teruntuk dirimu yang hari ini telah tiba
waktunya, atau yang telah lebih dulu pulang, bertemu Illahi rabbi.. Semoga Allaah merahmatimu.. Menempatkan tempat yang baik disisiNya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s