Jilbab Wanita Muslimah: Kainya Harus Tebal, Tidak Tipis

tumblr_m198deWc9p1r5gy4zo1_400

Jilbab disyaratkan harus terbuat dari kain yang tebal, sebab yang namanya menutup tidak akan terwujud,
kecuali dengan bahan penutup yang tebal. Adapun bila kain penutup tadi tipis, maka hanya akan menambah daya tarik bagi si wanita yang me-ngenakannya atau malah menjadi perhiasan baginya. Berkenaan dengan hal ini Rasulullah sallaullahu allahi wa sallam bersabda:

“Pada akhir zaman nanti akan ada wanita-wanita dari kalangan umatku yang berpakaian, namun pada hakekatnya mereka telanjang. Diatas kepala mereka seperti terdapat punuk unta. Kutuklah mereka itu, karena sebenarnya mereka itu wanitawanita terkutuk.”

Di dalam riwayat lainnya terdapat tambahan:

“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium
dari jarak sekian dan sekian.” (HR.Muslim)

Ibnu Abdil Barberkata: “Yang dimaksud oleh Nabi adalah para wanita yang mengenakan pakaian tipis yang
menggambarkan bentuk tubuhnya, belum menutup atau menyembunyikan tubuh yang sebenarnya. Mereka itu
berpakaian, namun pada hakekatnya masih telanjang.”

Dari Ummu Al-Qamah bin Abu Al-Qamah, dia berkata:
“Saya pernah melihat Hafshah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi Aisyah dengan mengenakan khimar tipis yang masih menggambarkan keningnya. Lalu, Aisyah pun merobek khimar yang dia pakai sambil berkata, ‘Apakah kau tidak tahu ayat yang telah diturunkan oleh Allah di dalam surat An-Nur? kemudian mengambilkan khimar (lain yang tebal), lalu dipakaikan kepadanya Dari Hisyam bin Urwah, bahwa Al-Mundzirbin Zubair pernah datang dari Irak, lalu mengirimkan kepada Asma’ binti Abu Bakar sebuah pakaian marwiyyah (nama pakaran yang terkenal di Irak) dan quhiyyah (kain tefiun dari Quhistan, suatu daerah di kawasan Khurasan) yang ternyata tipis dan halus.
Peristiwa ini terjadi setelah dia mengalami kebutaan. Asma’ pun menyentuh kain-kain tadi dengan tangannya, lalu berkata,
“Huh, kembalikan kain-kain ini kepadanya!” Al-Mundzir merasa keberatan, lalu berkata, “Wahai ibu, sesungguhnya pakaian ini tidak tipis.” Namun Asma’ menjawab, “Memang tidak tipis, akantetapi masih bisa menggambarkan (lekuk tubuh).”

Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahwa Umar bin Khathab pernah membagikan baju qibthiyah94 kepada orang-orang, kemudian berkata, “Jangan kalian pakaikan baju-baju ini kepada istri-istri kalian!”

Namun ada salah seorang yang menyahut, “Wahai Amirul Mukminin, saya telah memakaikannya kepada istri saya, dan telah aku pandangi dari arah muka maupun belakang, yang ternyata pakaian tadi tidaklah tergolong pakaian tipis.” Maka Umar menjawab, “Sekalipun tidak tipis, namun pakaian itu tetap menggambarkan (lekuk tubuh).”

Atsardi atas dan juga atsar sebelumnyamenunjukkan bahwa pakaian yang tipis atau yang menggambarkan lekuk tubuh adalah dilarang. Namun pakaian yang tipis lebih jelek dari pada pakaian tebal yang masih menggambarkan lekuk tubuh. Oleh karena itulah Aisyah pernah berkata, “Yang namanya khimar adalah yang bisa menyembunyikan kulit dan rambut.” Syamisah berkata, “Saya pernah mengunjungi Aisyah yang mengenakan pakaian siyad, shifaq, khimar serta nuqbah yang berwarna kuning.

Karena itulah para ulama mengatakan, “Diwajibkan menutup aurat dengan pakaian yang tidak menggambarkan warna kulit, yaitu dengan bahan yang tebal atau yang terbuat dari kulit binatang; dan bila hanya menutup aurat dengan pakaian tipis yang masih menggambarkan warna kulit maka itu tidak boleh, karena hal itu tidak memenuhi kriteria ‘menutup’.”101 Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitab Az-Zawajir (\-A 27) telah membuat bab khusus tentang wanita yang mengenakan pakaian tipis yang masih menggambarkan warna kulitnya yang mana hal seperti itu termasuk dosa besar. Kemudian dia menyebutkan hadits: “Pada akhir zaman nanti akan ada wanita-wanita dari kalangan umatku
yang berpakaian, namun pada hakekatnya mereka telanjang.. dst…., lalu berkata: “Memasukkan perbuatan tersebut sebagai salah satu dosa besar sudah jelas lantaran perbuatan tersebut diancam dengan ancaman yang keras. Lagi pula perbuatan tersebut mudah difahami menyerupai laki-laki.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s