Ada Apa Denganmu?

tumblr_ldyma0hhs51qdbbywo1_500
Ada Apa Denganmu?

Ada yang lucu, Ketika keluar fatwa tentang larangan muslim mengucapkan “selamat natal” mengira yang akan protes adalah mereka orang-orang nashoro, ternyata justru malah kebanyakan adalah orang-orang islam.

Ketika ke-empat imam madzab pun mengharamkan mengucapkan selamat natal kenapa dirimu masih saja berdalih:

“ini merupakan bagian dari cara membangun toleransi dan hidup damai di tengah keberagaman di Indonesia. Selain itu, perayaan Natal juga merupakan bagian dari peribadatan umat lain yang harus dihargai”

Oh ya?

Adakah kita lebih ahli dari pada mereka?

Nggak usah deh bilang “ini hanya sekedar kata-kata”

kamu tau kalimat syahadat pun juga hanya sebuah kata-kata.. ,Tapi kalimat tersebut dapat mengislamkan orang kafir bahkan bisa memasukan seseorang kedalam surga.

Apa sih artinya Asyhadualaa Ilaaha Illallah wa Asyhad an’na Muhammadarrosuulullah?

Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah

iyakan?

Ketika kita mengimani kalimat tersebut, mengatakan dengan yakin bahwa TIADA TUHAN SELAIN ALLAH.
Lalu, jika kita sudah yakin tiada Tuhan selain Allah, maka sudah pasti, kita akan mendustakan Tuhan-Tuhan lain selain Allah!

Kita hanya percaya bahwa tiada illah yang berhak disembah selain Allah, kita hanya percaya bahwa islamlah agama yang diridhoi olehNya.

Setuju ?

Ya! Berarti kita juga yakin bahwa agama islamlah, agama yang paling benar.

Lalu ada apa denganmu?

kalau kita sudah yakin bahwa hanya agama islam yang paling benar , tentu pasti, kita tidak akan MEMBENARKAN AGAMA SELAIN ISLAM.

Kalau begitu kenapa protes, dengan ucapan yang dapat merusak aqidahmu, menggugurkan persaksianmu bahwa tiada Tuhan selain Allah? bahwa hanya agama islam, agama yang paling BENAR!

Dengan mengucapkan selamat natal, berarti seseorang telah meyakini kebenaran atas adanya hari kelahiran “Anak Tuhan” yaitu Yesus Kristus, sadar atau tidak dirinya juga sudah meyakini bahwa Allah mempunyai anak laki-laki.

Nauzubillah.

Lam yalid walam yuulad, Allah tidak beranak dan tidak pula diberanakan!

Maka berhati-hatilah dalam berkata-kata, jangan asal anggap remeh sebuah kalimat. Yang akhirnya bisa membuat kita terlempar kedalam neraka..

“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu ucapan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat”. (HR. Muslim)

Walliyazubillah..

“Tapi.. kenpa ada tokoh agama yang terkenal diIndonesia bahkan beliau seorang penulis kitab tafsir! berpendapat boleh, karna itu kelahiran Isa Al-masih yang tidak lain adalah salah satu nabi kita?”

Perlu diingat ya, orang nashoro itu tidak pernah meyakini bahwa Hari Natal adalah kelahiran seorang nabi, tapi kelahiran seorang TUHAN!

seorang muslim yang mengucapkan selamat natal, walaupun tidak disertai keyakinan terhadap ketuhanan yesus (hanya bentuk toleransi) Tetap aja nggak boleh. karna Allah Ta’ala sangat murka dengan ritual/perayaan yang menyekutukanNya.

Nggak usahlah, sok-sok-an toleransi, ikut-ikutan heboh sama hari raya mereka, bahkan ada yang sampai kasih kado segala.. alasannya ya, toleransi.

Kalau sudah begitu, mungkin sampai mereka masuk ke lubang biawak sekalipun pasti juga diikutin. Karna begitulah kalau sudah terbiasa tasyabuh. Rasulullah sallaullahu allahi wa sallam bersabda,

“Pasti kamu akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal-demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai jika mereka itu masuk ke lubang biawak, pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sungguh lucu orang-orang yang protes tentang larangan mengucapkan selamat natal. Disuruh pakai topi natal mau aja, disuruh pakai jilbab? “belum siap” katanya.

Ditambah ada pulak, yang bangga banget pasang fotonya yang lagi begaya didepan pohon natal yang dipajang dimall. Narsis pakai topi santa.

Duh,

Ada apa denganmu?

Disini kau masih protes tentang larangan mengucapkan selamat atas hari raya mereka, Justru, sebagian dari mereka (orang-orang nashoro) malah sudah paham bahwa aturan islam itu saklek. Kalau tidak broleh ya tidak boleh, kamu kok malah maksa bener.

Kenapa bisa saya katakana seperti itu?

Ibu saya beliau punya teman seorang kristiani, ibu saya bercerita ketika disela-sela obrolan dengan temannya, temannya mengatakan “Sebentar lagi kan natal, nggak usah ngucapin, aku tau itu diislam dilarang keras” tentu ibu saya sudah tau, tentang bahayanya mengucapkan selamat natal, maka dia hanya tersenyum.

Wahai saudaraku, Islam tidak melarang kita untuk bermuamalah dengan orang-orang kafir, bahkan kita diperintahkan untuk berbuat baik kepadanya, selama dia tidak memerangi kaum muslimin. Tapi bukan begini caranya.. aqidahmu terlalu berharga hanya sebuah untuk ucapan yang kau anggap remeh. Ini bukan toleransi.

Toleransi itu bukan dibuktikan dengan kita ikut sibuk dengan hari rayanya, tapi toleransi itu ketika kita tidak mengganggu mereka merayakan hari rayanya dan ketika kita mampu menghargai dan mengormati aturan yang ada pada, agama masing-masing.

Bagimu agamamu, bagiku agamaku..

Kita sebagai seorang muslim harus lebih tau, kalau mereka aja sudah bisa mengormati dan menghargai aturan diagama kita, kenapa kita justru mengabaikan aturan agama kita sendiri.

Lagi-Lagi… Ada Apa Denganmu?

Iklan

2 pemikiran pada “Ada Apa Denganmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s