Saya, adalah Pendongeng Ibu Saya..

tumblr_ktm55c8fJ01qzcp6io1_1280

Tulisan ini dibuat sama sekali bukan, dalam rangka untuk merayakan hari ibu, bagi saya, hari ibu adalah setiap hari. Terlalu menyedihkan jika jasanya dikenang hanya setahun sekali…

saya hanya ingin bercerita tentang siapa saya..

Setiap anak dan ibunya pasti ada moment-moment tertentu yang terjalin yang membuat kedekatan mereka semakin erat.

untuk anak perempuan.. mungkin seperti memasak bersama, bercerita tentang isi hatinya, atau sekedar apa yang ia alami hari ini.

sosok ibu lah yang selalu ada untuk itu.

sedekat apapun seorang anak kepada ayahnya, sesering apapun terjadi perbedaan pendapat dengan ibunya. Tapi kalau sedang sakit atau hal sepele seperti lupa meletakan barang , tetep ibu yang pertama kali kita panggil, atau tanpa diminta dengan sigap ia datang.

saya pun tanpa saya sadari, ini terjadi begitu saja, setiap pulang dari manapun, walau cuma sebentar seperti pulang main dari rumah teman, ketika sampai dirumah kalimat setelah salam yang saya ucapkan, adalah..

“Mama, mana?”

selalu itu..

ya, ada, atau tidak ada perlu dengannya.

Memang diantara anak-anaknya sayalah yang paling dekat dengan beliau, mungkin karna saya anak tertua dirumah, dan usia kami hanya terpaut dua dekade.

Ibu saya usianya baru 39th matanya masih jelas melihat tulisan yang kecil didalam buku, tapi beliau sudah malas untuk membaca. Sebenarnya bukan malas atau nggak suka baca pada intinya beliau hanya tidak sempat dan terlalu capek ngurusi empat orang anak yang nggak pernah bisa diem. Empat orang anak yang selalu ribut >< ditambah ibu saya bukan tipical ibu-ibu modern yang sehari-harinya akrab dengan gadget dan internet. Beliau tidak waktu untuk itu.. menggunakan handphone hanya sekedar untuk telpon dan sms.

Jadi biasanya, saya yang membacakannya sebuah buku atau lebih sering tulisan-tulisan saya sendiri yang saya bacakan untuknya, tentu dengan expresi dan semangat yang menggebu.

makanya saya suka malu kalau tidak sengaja terlihat oleh orang lain :p

Itu mengapa saya lebih sering menulis tentang hal-hal yang ringan dan dasar-dasar tentang ilmu dien, diblog atau difacebook. Yang mungkin sebagian thalabul ilmi malas bacanya karna “Sudah Tau” hihi lah orang, itu ditulis untuk ibuku kok 🙂

Sebenarnya bisa aja sih, saya copas atau bacakan artikel para ustadz yang membahas tentang itu, tapi ibu saya kurang semangat dengernya kalau bukan dari tulisan saya. Kadang malah dia jadi tidur karna ngantuk, atau dengerin, tapi sambil main handphone.

Ibu saya senang kalau saya sendiri yang menulisnya, dia akan mendengarkan dengan seksama, memperhatikan tiap kata yang saya tulis, atau expresi saya yang begitu semangat.

kadang saya terlihat seperti seorang pendongeng, kadang juga seperti seorang guru yang sedang menyampaikan materi, kadang juga saking semangatnya seperti orang yang sedang berorasi atau kami, terkadang terlihat seperti sepasang sahabat yang sedang berbagi cerita, tertawa bersama tanpa batas.

Kadang beliau juga sering saya ceritakan kisah-kisah tentang ummahatul mukminin, para sahabat dan shohabiyah. Sesekali sambil cerita kadang saya nyontek dulu kisahnya dibuku, atau browsing digoogle 😉

kadang dengan sotoynya saya suka ngajari beliau bagaimana jadi istri sholehah.. Mungkin kalau dibilang, saya adalah anak yang paling -kurang ajar- sok ngajari orangtua, tapi.. saya hanya ingin dengan dakwah saya sendirilah Allah menurunkan hidayahnya kepada ibu saya. Tanpa ada niat sama sekali untuk menggurui. Saya tetap anaknya. saya tetap lemah tanpanya. saya tetap putri kecilnya, yang baru lahir kemarin sore :’)

Terkadang saya memulainya dengan tanpa sengaja, seperti ditengah-tengah obrolan.. “oiya mah, tadi aku abis baca buku tentang ini, jadi begini.. ” saya ceritakan dengan detail apa yang saya baca.

saya tipical orang yang senang menyampaikan sesuatu yang saya baca kepada orang lain, kepada teman, kepada ibu saya. karna dengan begitu saya menjadi ingat terus apa yang saya baca, jadi tidak lewat begitu saja.

Waktu saya kecil beliau yang suka menceritakan saya banyak hal, mengajari saya juga banyak hal, menasehati banyak hal, Kini, saya yang menceritakan banyak hal kepadanya, mengajarinya juga banyak hal.. menasehatinya banyak hal..

memang semakin tua, orangtua kita, maka semua perlakuannya dulu kepada kita akan terulang kita lakukan kepadanya..

Dan banyak sekali moment indah yang kita lewati bersama ibu saya dulu, Yang paling saya ingat adalah beliau adalah orang pertama yang mengajarkan saya kitabullah, mengenalkan saya huruf dari “alif” hingga “yaa” -semoga Allah melimpahkan pahala kepadanya dari setiap huruf qur’an yang saya baca-

Bahkan sampai sekarang saya masih sering menanyakan hukum tajwid suatu ayat yang sedang saya hafal kepadanya, Beliau pandai mengaji dengan nada yang tinggi.. atau tanpa diminta ketika saya sedang membaca suatu ayat dia benarkan hukumnya.

Tidak ada moment yang paling indah ketika ibu saya mempragakan bacaan qur’an saya yang salah, lalu kami tertawa bersama :’)

Ibu saya adalah pengagum setia saya.. Ibu saya adalah pendengar terbaik untuk saya, pembaca setia saya..

Ketika semua orang menghina saya hanya dia yang memuji saya, ketika semua orang merendahkan saya, sosoknya tetap menjadikan saya kebanggaannya, ketika semua orang nggak ada yang mau mendengarkan pendapat saya, hanya dia yang paling rela duduk berjam-jam mendengarkan pendapat saya..

ketika semua orang sulit memaafkan kesalahan saya, hanya dia yang membuka pintu maafnya lebar-lebar..

ketika semua orang mendustakan saya, hanya dia yang masih tegap berdiri dibelakang saya.

Saya adalah jiwanya, saya.. adalah permata hatinya.

Dia adalah fans setia saya, dia adalah lawyer saya, dia.. adalah sahabat, koki, perawat, penasehat dan guru terbaik saya.

Dia, adalah ibu saya..

Dan saya adalah, pendongeng setianya..

saya, adalah pendongeng ibu saya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s