Tentang Amal Yang Tersembunyi.

tumblr_m8v2z1SbLm1qjox6do1_500
Ada sebuah, prilaku yang sering dilakukan para salaf yaitu menyembunyikan amal-amalan mereka,

Rasulullah sallaullahu allahi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah mencintai
hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.” [HR. Muslim]

Az Zubair bin Al ‘Awwam mengatakan, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah.”

Dialah,

Amir Ibn Abi Qais, Ibnu Zauji menceritakan tentang dirinya dalam kitabnya tablis iblis “Bahwa amir ini tidak pernah sholat sunnah dimasjid padahal, dalam sehari semalam ia shalat sunnah seribu raka’at..”

Ayub As Sikhtiyaniy beliau memiliki kebiasaan bangun setiap malam, untuk sholat malam, tapi jika waktu shubuh telah tiba, beliau pura-pura mengeraskan suaranya seolah-olah beliau baru bangun ketika itu.

Daud bin Abi Hindi selama 40 tahun beliau puasa sunnah tapi tidak ada satupun orang, termasuk keluarganya yang tau. Ketika pagi hari beliau bekerja sambil membawa sarapan pagi.
Dan di tengah jalan, beliau menyedekahkannya. Kemudian ia pun kembali ke rumahnya pada sore hari. orang-orang mengira bahwa ia telah sarapan di rumahnya. Sedangkan orang-orang yang berada di rumah mengira bahwa ia sudah makan ditempat kerjanya.

Ar Robi bin Khutsaim selalu melakukan amalan dengan sembunyi-sembunyi. Jika ada orang yang
akan menemuinya, lalu beliau sedang membaca mushaf Qur’an, ia pun akan menutupi Qur’annya
dengan bajunya.

Ali bin Al Husain bin Ali. Beliau biasa memikul karung berisi roti setiap malam hari.
Beliau pun membagi roti-roti tersebut ke rumah- rumah secara sembunyi-sembunyi. Penduduk Madinah tidak mengetahui siapa yang biasa memberi mereka makan. Ketika Ali bin Al Husain meninggal dunia, mereka tidak lagi mendapatkan kiriman makanan setiap malamnya.

Di punggung Ali bin Al Husain terlihat bekas hitam karena seringnya memikul karung yang dibagikan kepada orang miskin Madinah di malam hari.

Masya Allah, betapa mereka sangat ingin mempunyai amalan, yang hanya Allah dan dirinya yang tau.

Mereka, para salaf sangat berhati-hati, sekali dalam beramal. Takut terjerumus kedalam riya..

Bandingkat dengan kita dizaman ini?

Banyak hal yang terkadang tanpa sadar kita menampakan amalan kita, kita terjerumus kedalam perangkap iblis..

Baru beramal sedikit,

Semua dunia tau..

Dari mana?

Facebook.

Semoga Allah memberi kita hidayah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s