Allah pun, Menyentuh Hati Fulanah..

tumblr_myb2v40Zbg1rbawg4o1_500

Beberapa bulan yang lalu awal pembicaraan saya dengan fulanah mengenai masalah hijab dibbm, seminggu kemudian -Kalau tidak salah atau bahkan kurang dari itu, -Atas izin Allah-

Tiba-tiba ada sosok wanita berpakaian serba hitam, membuka helm..

“Daleee… ” *Biasa dia memanggil saya*

Ya! Ternyata fulanah..

Saya berdiri dengan tatapan hampir nggak percaya, terakhir bertemu.. -sudah lama hampir setahun lebih- fulanah masih mengenakan celana jeans ketat, sepatu cats dan kaos oblong plus motor laki-laki (Motor laki-laki disini, bukan motor gigi, tapi benar-benar motor yang dikhususkan untuk laki-laki)

“Berat ya ternyata, banyak yang ngomong dan nanya aneh-aneh.. Dikampus masalahnya gue sendiri yang begini, ya lo tau laah kaya gimana gaya anak hukum.. ” *keluhnya*

Selang beberapa bulan, tepatnya bulan ramadhan, dia kembali muncul menemui saya.. Tapi kali ini dia membawa seseorang, yang juga berpakaian serba hitam..

Ternyata ibunya..

Masya Allah.. Allah begitu memudahkan dakwahnya untuk ibunya.

Lalu, kami kembali sudah tidak bertemu lagi,

Dan, tepatnya kemarin.. Saya menghubungi dia, saya minta, pulang kuliah dia mampir dulu kerumah, Saya berniat mengajaknya ke majelis ilmu, dikajian ustadz syafiq -Hafidzahullah- dimasjid depan universitas mercu buana (afwan lupa nama masjidnya)

Ketika sampai dirumah, saya liat dia tidak mengendarai motor lamanya, sekarang dia pakai motor matic, ketika ditanya.. Motornya kemana..

Ternyata, saya ingat beberapa bulan lalu dia pernah chat saya menanyakan hukum wanita memakai motor laki-laki, lalu saya kirimkan dia sebuah artikel -kalau tidak salah- dari konsultan syariah, dan tidak lama dia bilang, dia langsung menjual motornya.

Masya Allah, saya tau betul dulu, itu adalah motor impiannya, saya juga tau, motor itu harganya tidak murah, belum lagi dia sering mondar-mandir bawa kebengkel untuk sekedar modif motor itu agar tampak lebih keren..

Kini dia rela menjualnya, motor impian yang belum lama ia miliki, dan menggantinya dengan motor matic biasa.

-Semoga dalam hal lain, fulanah juga bisa Sami’na wa atho’na-

Ketika dikamar, saya bicara sama dia..

“Mau coba, pakai ini *sambil memagang sebuah purdah* ”

“Ah nggak ah, Nggak mauuu!”

-Saya cuma senyum-

Akhirnya kami berangkat kesana, bertiga, dengan satu orang teman saya lagi, dengan jilbab yang masih biasa, tapi dia sedang belajar pakai rok.. -Alhamdulilah-

Tiba disana, yang begitu semangat mencari tempat duduk, yang begitu semangat pingin dengerin ilmu dari ustadznya, bukan saya..

Tapi.. Mereka berdua, berulang kali kami pindah tempat duduk, karna nggak kedengeran katanya..

Akhirnya teman saya yang satu, (Bukan Fulanah) dia maju sendiri ke depan, modal nekat dan kata permisi..

Sedangkan saya dan fulanah duduk berdua dihampir paling belakang..

Ketika mulai duduk, fulanah nggak henti-hentinya menutup wajahnya, sambil bilang..

“Gue mau nangis… ”

“Kenapa?”

“Aaaa gue bener-bener mau nangis… ”

Sambil terus nunduk..

“Dikampus.. Kita main keren-kerenan gaya, main keren-kerenan style.. Disini… *perkataannya terhenti*

… Main panjang-panjangan jilbab… Gue mau nangis.. ”

-Alhamdulilah Allah mulai menyentuh hatinya lagi-

“Gue begini, dikampus ngerasa paling baik lah, nggak ada temen-temen gue yang kaya gue, gue jilbabnya paling panjang, disini nggak ada apa-apanya, liat aja jilbab gue paling pendek.. ”

“Ya nggak papa namanya juga belajar, yang penting udah menutupi dada.. ”

“Mereka itu selama ini kemana ajaa sih?”

“Maksudnya?”

“Dijalan.. Dimall, gue jarang banget, bahkan nggak pernah liat mereka.. ”

(Maksudnya, akhwat-akhwat bercadar)

“Disini.. Banyak, bahkan isinya mereka semua..”

“Kan tempat sabaik-baiknya untuk wanita adalah rumahnya :’)”

Fulanah sedang merasakan apa yang saya rasakan dulu..

“Ini sebenernya dimana sih? Beneran ini di Ja-kar-ta ???”

“Gue pingin pakai kaya gitu.. ”

“Tadi, katanya nggak mau.. ^_^”

^^

Ketika hendak pulang, teman saya yang tadi, -Yang lagi belajar pakai rok- minta mampir kestand ummahat yang menjual kaos kaki. Dia beli kaos kaki.. Dan nggak cuma satu. -Alhamdulilaah-

Pulangnya mampir kerumah fulanah.. Dia bilang dengan semangat,

“Pokoknya nanti kalau ada kajian lagi, lo ajak gue ya.. Gue mau ngajak nyokap sama tante gue.. ”

“Ya.. Insya Allah.. ” *sambil senyum bahagia*

Lagi-lagi, ada banyak kesan dibalik setiap majelis ilmu yang saya datangi, bukan hanya ilmu, tapi juga banyak kisah didalamnya yang saya temui..

Untuk kali ini mengajarkan saya tentang..

Kalau kita nggak bisa punya banyak temen-temen yang shalehah.. Kenapa kita nggak coba untuk menjadikan temen-temen kita yang ada, menjadi shalehah..

Setidaknya, belajar menjadi shalehah bersama.. :’)

Hidayah Allah itu bisa datang kepada siapa aja, dan lewat siapa aja..

Kita, hanya sebuah jalan dan perantara.. Kita hanya sebuah jembatan.. Rute pertama..

Yang tempatnya dibawah, layaknya sebuah jembatan.. Tatkala orang itu sudah sampai tujuan, sudah menemukan jalan yang benar untuk mencapai yang ditujunya.. Maka selangkah demi selangkah.. Sudah pasti, Dia akan menuju, jembatan-jembatan berikutnya yang jauh lebih indah dan penuh ilmu didalamnya..

Kita.. Hanya jembatan..

Tidak layak, kelak.. mengharapnya kembali.. Walau hanya sekedar mengatakan “Terimakasih..”

Karna pada hakekatnya kita tidak pernah melakukan apa-apa. Allah hanya sedang menyentuh hatinya, melalui diri kita..

Siapapun dia.. Siapapun kita..

Bukan masalah,

Karna seseorang mendapat hidayah bukan karna lihainya kita dalam berdakwah, bukan karna hebatnya kita dalam menyampaikan setiap kata, bukan karna banyaknya ilmu yang kita miliki, tapi semata-mata karna Allah yang menhendaki..

“Walau beribu preman datang untuk menyesatkan dan memindahkan langkahnya dari jalan kebenaran.. Langkahnya tidak akan tergerakan kecuali bila Allah mengizinkannya.. Dan Barang siapa yang tersesat dalam kehidupan ini, maka tidak ada satupun manusia yang dapat mengembalikannya dia kepada hidayah Allah.. Kecuali Allah.. Walau beribu ustadz datang untuk menyadarkan nya.. ” -Ustadz Syafiq Riza Basalamah, Hafidzahullah-

Semoga hidayah terus datang kepada orang-orang terdekat kita, tentu juga kepada kita..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s