Hingar-Bingar Artis Tobat

analog-books-camera-clock-colors-Favim.com-435683

Beberapa hari yang lalu, Seorang teman menasehati saya..

“Kita mah jangan ikut heboh kalau ketemu artis dikajian.. Karna niat kita kan bukan untuk itu.. ”

“Nggak ada yang special kok dari mereka, kita dan mereka sama. Sama-sama pernah tenggelam kedalam maksiat.. ”

“Kenapa semangatnya beda, kalau pingin kenalan atau ngobrol sama ex artis kebanding sama saudaranya yang lain.. yang juga baru ngaji”

“Iyalah siapa elo.. ” (canda saya)

“Katanya, jangan lihat orang dari masa lalunya, kenapa kita sering banget mengatakan “Fulan/ah itu lho.. yang mantan pemain sinetron..”

“Ahsan, kita jangan terlalu banyak memuji mereka, toh kita juga pernah berada diposisi yang sama ketika hidayah itu menyapa.. ya kan? kalau mereka jadi ujub gimana.. lagian apa sih bedanya ex artis sama saudara kita itu, sama-sama orang yang -baru ngaji- kan?”

hmmm…

Bedanya, terletak pada “Siapa Elo?” 😀

Akhir-akhir ini ditimeline, saya akui, banyak seliweran foto artis, yang bertaubat atau sekedar status notice bahwa artis fulan/ah sudah ngaji salaf.

Bahkan banyak dari kita yang menyibukan diri dengan itu. Ikut komentar dan panas melihat (mantan) fans-fans mereka, menyelisi mereka.

Benar kata ustadz fulan sudah seperti wartawan media online.

sudah jarang ditemui status-status yang menceritakan keluhuran akhlak, atau semangat salaf dalam menuntut ilmu dan beramal. Atau sekedar status berfaedah, yang dulu marak sekali.

saya nggak bilang, -sudah nggak ada- tapi sedkit atau jarang ditemui lagi. kecuali account yang memang, dikhususkan untuk dakwah seperti account para asatidz.

Awal-awal penasaran kok difb (khususnya akhwat) pada rame ngebahas artis a, b, c ditambah cuma pakai inisial, kalau mau tau via message katanya, yang komentar 10 orang, yang message 10 orang, jadi akhirnya pun semuanya tau. squint emoticon

tapi akhirnya mikir, duh.. nggak minat ah, mending nggak usah tau deh, nggak usah cari tau juga.

Kasian artisnya, terutama yang wanita..

ketika kita tau si fulanah, akhirnya menambahkan rasa penasaran kita, kita search deh digoogle, akhirnya keluarlah foto-foto mereka dulu tanpa hijab.

Kasianlah, mereka..

kalau kita mengespost pertaubatan mereka, akhirnya sampai banyak orang yang tau lalu penasaran dan melakukan hal tadi, search google.

berapa pasang mata yang akan kembali menyaksikan foto mereka, yang padahal sudah hampir tak terlihat lagi diTv atau internet.

saya pernah membaca dimedia online, fulanah salah satu dari mereka yang hijrah dan kini berniqab, bahwa beliau memohon dengan sangat kepada para wartawan untuk tidak menampilkan gambar dan foto dirinya terlebih yang tidak menutup aurat.

Lalu kita kenapa tega melakukan itu, walau secara tidak langsung.

mereka nggak semudah kita yang tinggal hapus foto, karna yang namanya artis itu yang upload bukan hanya dirinya sendiri. Belum lagi yang berbentuk video.

Saya sendiri kurang nyaman kalau ada orang yang mengatakan..

“Masya Allah, kamu sekarang berubah ya, padahal dulu kamu begini.. begini.. hidayah Allah memang datang kpd siapapun..”

walau kata-kata itu mengandung kebenaran, tapi saya berpikir, yaudahlah yang dulu-dulu, mengingatkan masalalu sama saja membuka luka yang hampir kering, atau kita malah jadi ujub dibuatnya.

Jadi alangkah baiknya biarkan ia rehat sejenak, dan kita tutupi masa lalunya.

awalnya sekedar notice “Artis fulan/ah itu lho, mantan pemain sinetron.. sudah ngaji salaf alhamdulilah, bahkan sudah cadaran.. ”

akhirnya keluarlah kata-kata,

“masya Allah padahal dulunya, fulanah itu begini.. begini..”

Ya ya! Gosip makin digosok makin sip!

Kita juga saya, kadang lebih suka komentarin gosip, artis tobat atau ngeshare opini atau hal nyeleneh yang dilakukan orang-orang semacam liberal dan sodara-sodaranya, yang menghina dan merendahkan sunnah, kebanding menyebarkan “Sunah-nya-” itu sendiri.

Inget! nasehat ustadz yazid -Hfidzahullah- kemarin..

“Masih banyak kitab yang belum kita baca, masih banyak hadits yang belum kita hafal, masih banyak ilmu yang belum kita pelajari. Lalu untuk apa kita sibuk mengurusi fitnah? Sesuatu yang kita tidak ada ilmu tentangnya..”

Jangan sampai kita begitu hafal nama-nama tokoh mereka (liberal dan sodaranya) beserta penyimpangannya, atau nama-nama artis yang sudah ngaji salaf beserta kisah masa lalunya, karna terlalu seringnya ngshare dan ngikuti berita tentang mereka, kebanding nama-nama ulama ahlusunnah, karna jarangnya mengkaji dan mempelajari kitab-kitab mereka. *Yang ini -lebih- khusus nyindir diri sendiri*

Jadi, biarlah mereka para artis yang baru taubat istirahat sejenak dari hingar-bingar publik.

Mungkin kita hanya berusaha mengambil ibroh dari kisahnya, tapi melihat yang terjadi belakangan ini, sudah sangat terlalu hingar. (Tafadhol… kalau tidak ada yang sepaham dengan hal ini) tapi inilah yang saya lihat bahkan sebagian ummahat sudah tidak segan menyebut nama.

Jika terdapat ibroh dalam kisahnya, lebih baik kita menyebutnya Fulan/ah -Tanpa inisial- Dan nggak perlu diungkapkan via message.

Nasehat untuk diri sendiri.

Hanya Allah yang memberi Taufik dan Hidayah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s