Tentang iman

10405263_1393712844267515_6817096769302710648_n

Orang yang suka memberikan nasehat, orang yang selalu mengingatkan kebaikan, bukan berarti dirinya sudah yang paling baik, bukan berarti dirinya yang selalu berada dalam kebaikan..

Karna, Adakalanya.. Mereka juga lalai dari berdzikir, lalai dari perintah Allah, adakalanya mereka juga lengah, adakalanya mereka juga mulai disibukan dengan dunia..

Bahkan adakalanya mereka juga lupa bahwa mati itu pasti. Bahwa maut itu dekat.
Adakalanya mereka juga melakukan kesalahan..

Adakalanya mereka juga merasa bahwa dirinya adalah pendosa,

Karna itulah fitrahnya manusia tempatnya salah dan lupa.

Nggak ada manusia yang terus sama keimanannya, disetiap kondisi..

Hanzhalah al-Usayyidi Radiallahuanhu salah seorang juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dia berkata,

suatu ketika Abu Bakar menemuiku dan berkata,

“Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?”

Maka aku katakan, “Hanzhalah telah menjadi munafik.”

Abu Bakar terkejut, “Subhanallah! Apa yang kau ucapkan?”

Kukatakan, “Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mengingatkan kepada kami mengenai neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah kami benar-benar bisa melihatnya secara langsung dengan mata kepala kami saat itu. Namun, ketika kami sudah meninggalkan majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kami pun sibuk bersenang-senang dengan istri-istri dan anak-anak serta sibuk dengan pekerjaan kami sehingga kami pun banyak lupa dengan surga dan neraka”

Abu Bakar menjawab “Demi Allah! aku pun menjumpai perkara yang serupa.”

Maka aku bersama Abu Bakar beranjak menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku katakan di hadapan beliau,

“Hanzhalah telah menjadi munafik, wahai Rasulullah.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apa yang kamu maksudkan?”

Aku katakan, “Wahai Rasulullah, ketika kami berada di sisimu anda mengingatkan kami mengenai neraka dan surga sampai-sampai itu semua seolah-olah tampak di depan mata kepala kami lalu ketika kami meninggalkan majelismu maka kami pun sibuk bersenang-senang dengan istri- istri dan anak-anak serta pekerjaan sehingga membuat kami melupakan banyak hal.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

“Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, seandainya kalian selalu berada dalam kondisi sebagaimana ketika berada disisiku dan terus-menerus sibuk dengan dzikir niscaya para malaikat pun akan menyalami kalian di atas tempat pembaringan dan di jalan- jalan kalian. Namun, wahai Hanzhalah. Ada kalanya begini, dan ada kalanya begitu.”

Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali (HR. Muslim dalam Kitab at-Taubah, hadits no 2750)

Jadi, jika ada manusia yang imannya tetap penuh, tetap naik, dan tidak berkurang sedikit pun setiap harinya dalam setiap kondisi maka, malaikat akan menyalaminya dijalan.. Karna dia berarti bukan lagi manusia, tapi malaikat.

Yang jadi soal bukan bagaimana agar iman itu tidak berkurang, karna itu pasti. Tapi, bagaimana ketika iman itu mulai berkurang, kita mampu mengisinya kembali.

Wallahuta’ala a’lam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s