JilbabJilbab Budaya Arab?


​Ada sebuah pepatah Arab yang artinya

 “jika sebab timbulnya hal yang aneh itu diketahui maka keheranan akan hilang..”

Mungkin kamu aneh, heran.. Ngapain di Indoensia pakai jilbab, sama abaya pakai niqab segala pula.. Inikan Indonesia bukan Arab. Disini laki-lakinya gak senafsu orang Arab, disini juga gak berpadang pasir. Jadi gak nggak usah pakai jilbab apalagi niqab.

Kita jangan tutup mata, betapa sudah tidak terhitung lagi kejahatan sexsual yang terjadi diIndonesia yang pelakunya adalah laki-laki Indonesia.
Jangan pura-pura gak tau juga, kalau Indonesia ini itu gak sebersih negara-negara lain, apalagi masalah polusi.
Allah Al-Khaliq yang Maha Pencipta lebih tau dari pada kita. Dia yang menciptakan laki-laki jadi dia yang lebih tau. Bahwa semua laki-laki itu diciptakan memang menyukai wanita, fitrahnya adalah punya ketertarikan kepada wanita, punya nafsu kepada wanita. Bukan hanya laki-laki Arab, bukan hanya laki-laki diZaman jahiliyah tapi semua laki-laki, itu punya nafsu yang lebih besar kepada wanita kebanding nafsu wanita kepada laki-laki. Baca deh, penelitian-penelitian tentang laki-laki.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

Imam Ibnu Hajar Rahimahullaah ketika menjelaskan ayat ini beliau berkata 

“Allah menyebut wanita pada urutan yang pertama sebelum menyebut yang lainnya. Ini memberikan sinyal bahwa fitnah wanita adalah induk dari segala fitnah.” 

Persis seperti apa yang dikatakan  Rasulullah Sallaullahu Allahi wa sallam, dlm hasits shahih Muttafaq Allaihi, 

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”

 Jadi jelas, bahwa semua laki-laki itu punya nafsu yang besar kepada wanita, Rasulullah menyebutnya laki-laki, bukan laki-laki Arab. Sudah fitrahnya.. Sudah dari sananya! Kalau ada laki-laki yang tidak punya ketertarikan kepada wanita, berarti ia sudah keluar dari fitrahnya (GAK NORMAL)
Daaan jangan dipikir.. Al-Qur’an dan Hadits itu hanya ditujukan kepada bangsa Arab, tapi kepada seluruh umat manusiaa.. Dan bukan hanya berlaku untuk zaman jahiliyah tapi dari pertamakali diturunkan sampai hari kiamat. Sebagai pelajaran untuk kita semua, dan meski sudah secanggih apapun zaman ayat dalam Al-Qur’an akan selalu sesuai dengan zaman, akan selau cocok.. Karna itulah salah satu kehebatan dari Al-Qur’an. Dalam surat Ali Imran ayat 28, Allah berfirman, 

“Dan Kami tidaklah mengutus engkau melainkan untuk seluruh manusia sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan dan akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

“Bulan Ramadhan yang diturunkan Al Qur’an di dalamnya sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan dari petunjuk itu dan Furqan.. (QS. 2 ayat 185)

Tak terkecuali mengenai ayat hijab. Coba dibuka Al-Qur’an nya, buka Al-Ahzab ayat 59, perhatikan dengan betul setiap kalimatnya, 

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

JELAS, diayat tersebut Allah mengatakan “hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin… ” ORANG MUKMIN! Bukan ORANG ARAB.
Jadi… DiAl-Qur’an ayat berapa ya, yang katanya sejarah perintah jilbab hanya untuk orang arab, karna laki-laki arab nafsunya besar sedangkan dinegara lain tidak, sehingga tidak wajib..
Masalah cadar, coba dicari lagi sejarahnya yang benar.. Jangan cuma dari penelitian ngasal, sejarah awalnya itu dicetuskan oleh Umar bin Khatab, karna Umar kurang nyaman melihat istri-istri nabi (Ummuhatul Mukminin) wajahnya bisa bebas terlihat, lalu ternyata Allah pun sependapat dengan beliau Radhiallahuanhu, hingga turunlah ayat: 

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir (cadar/penghalang) cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka” (QS al Ahzab:53).

Ini adalah salah satu bukti, bahwa cadar itu terdapat dalam syariat islam. Itu baru salah satu, dan masih banyaaaak lagi hadist-hadits Rasulullah yang bisa menjadi bukti bahwa cadar adalah syariat islam, bukan budaya arab. Dan sejarah membuktikan bahwa tidak semua wanita Arab dizaman Rasullullah mengenakan cadar, bahkan putri beliau sallaullahu Allahi Wa sallam, Fatimah Radhiallahu’anha tidak mengenakan cadar, padahal fatimah adalah orang Arab. Kalau memang cadar itu budaya Arab.

Jadi kalau mbak nya ini bilang, Jilbab, Abaya dan Cadar adalah budaya Arab, mbaknya gak pernah baca sejarah islam, dan kalau mbaknya tau dari cendekiawan muslim itu, berarti cendekiawannya juga gak pernah baca, atau gimana lah saya gak ngerti, padahal kita semua tau, dulu jauuuuh sebelum islam datang diArab para wanitanya itu tidak berhijab, apalagi mengenakan cadar, sampai akhirnya turun ayat hijab barulah mereka mengenakan hijab, jadi Arab yang telah terislamkan, buka Islam yang terArabisasi. Kalau memang  cadar difungsikan untuk kesehatan karna disana padang pasir, tentu sudah dari dulu bangsa Arab mengenakan itu, karna Arab dari sebelum islam datang sudah berpadang pasir. Dan, kalau memang watak laki-laki Arab itu bernafsu besar tentu mereka sudah kenakan hijab jauh sebelum islam datang, kalau memang benar hijab dan cadar itu budaya arab bukan ajaran islam. 

Lalu, kalau dikatakan islam datang untuk membetulkan maksudnya penemu hijab dan cadar lah gitu, sebagai solusi bangsa arab yang berpadang pasir dan memiliki laki-laki bernafsu besar, tentu hal itu pasti akan tertera didalam Al-Qur’an setidaknya dalam hadits Rasulullah Sallaullahu Allahi Wa Salam, tetapi yang seperti sudah saya jabarkan diatas sama sekali tidak kita ketemukan kan, di dalil-dalil yang menjadi sumber perintah hijab. Dikhususkan hanya untuk bangsa Arab. Para ulama yang mengatakan cadar itu wajib ataupun Sunnah, sepakat bahwa fungsi cadar itu untuk menjaga diri, menutup celah fitnah dari laki-laki yang bukan mahram, bukan untuk kesehatan.

Jadi sekali lagi, DiAl-Qur’an ayat berapa..  yang katanya sejarah perintah jilbab hanya untuk orang arab, karna laki-laki arab nafsunya besar sedangkan dinegara lain tidak, sehingga tidak wajib.. 

Lagipula, apa sudah ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa laki-laki Arab itu memiliki nafsu yang lebih besar dari pada laki-laki non Arab?  Inikan baru katanya kan?

Lalu kenapa diIndonesia ini banyak sekali pelecehan sexual yang terjadi? Padahal laki-laki Indonesia, tidak senafsu laki-laki Arab? 

Bukan belain orang Arab, tapi kita harus objektif dalam menilai apapun. Benar katakan benar, salah katakan salah, tidak peduli bangsa maupun suku.

Lagi pula kenapa sih kalau kita itu bergaya kaya orang Arab, lahkan nabi kita itu aja orang Arab dari pada bergaya kaya orang barat. Inget lho mbaak, Rasulullah sallaullahu Allahi Wa sallaam.. Itu tidak mengArabkan islam, tapi beliau mengIslamkan Arab. Islam itu datang, untuk menghapus semua budaya dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengar syariat islam. Jadi kita sebagai orang yang mengaku sebagai orang islam harus meninggalkan budaya-budaya yang tidak sesuai syariat.. Bukan melestarikan budaya meski menentang syariat.
Semoga ini menjawab keherananmu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s