Tentang Pengemis

  
Udah beberapa tahun ini tidak lagi kasih uang kepengemis meski pun cuma gopek.

Ke pengemis yang masih bisa sebenarnya dia untuk kerja. Yang kaki dan tangannya nggak kenapa-kenapa, matanya masih melihat jelas.

Atau juga keorang-orang yang datang bawa-bawa brosur mengatasnamakan masjid atau anak yatim. Kadang bilang maaf aja..

Seringnya mereka yang bawa brosur ini maksa lhoo.. Sering banget didatengin. Udah bilang maaf masih keukeuh.. Berapa aja mbak, seikhlasnya kami terima.. Terus maksa dan nggak mau pergi kalau belum dikasih. Sampai pernah saya tanyain ini dari mana, masjidnya dimana? Tapi cuma jawab nama masjidnya aja alamatnya nggak. Terus dia kesel. Udah deh mbak kalau nggak mau kasih mah yaudah!

Pernah akhirnya saya kasih. Karna yang datang laki-laki 3 orang, takut juga. Udahdeh kasih aja biar cepet pergi, tau gaak pas kasih uangnya, terus tutup pintu. Mereka langsung rebutaan. Semenjak itu, gak mau lagi. Meskipun mereka 10 orang. *tapi stand by pentungan dibelakang kalau mereka macem2* hahaha..

Pernah juga ada orang pengen sok islami “Asalamualaikum akhwat.. ” Dia terus2an nyebut saya akhwat “iya akhwat.. Kami dari sini akhwat” haha mungkin maksud dia “ukhti” lol..

Nah kalau ini pengalaman temen, lebih extreme lagi kalau dia. Ada orang yang minta sumbangan, ngasih alamat lengkap masjidnya beserta no. Tlp. Terus ditlp beneran.. Ketawan deh bohong, pihak masjid mengaku nggak pernah suruh orang untuk minta-minta. Akhirnya ditegur.. “Ini kata masjidnya bukan pak.. Wah bapak mau bohong yaa!” Tertegunlah dia. Terus pergi sambil menggerutu.. Kalau gak mau ngasih yaudah. Haha..

Kemarin temen abis ketipu juga. Tokonya didatengin ibu-ibu, ngaku dari dinas minta uang kebersihan.. Dikasih aja. Ternyata didepan kepergok satpam.. Habislah dia diintrogasi ternyata bener, nipu.

Tapi ada, nih temen satu dia ngeyel banget.. Suka kasih uang ke ibu-ibu yang masih kuat, padahal.

“kok lo kasih sih…”

“Emang kenapa, gue mau ngasih..

*maaf kalau bagi sebagian orang kata lo-gue itu kasar. Tapi bagi kita yang muda itu hal yang biasa. Hahaha gak deng becandaa.. kalau sama seumuran udah kenal lama, disini biasa pakai lo-gue*

“Tapikan liat dia masih kuat. Males aja dia..”

Tiba-tiba dia diam menatap saya dengan tatapan yang seolah2 saya adalah orang yang paling jahat dan pelit sedunia.

Mungkin kalau diftv kaya cowok yang bilang ke cewek “Aku udah gak cinta lagi sama kamu! Soalnya kamu suka nyomot bakso aku kl kita lagi makan berdua!”

Terus ceweknya cuma jawab “Kamu jahat! Aku benci sama kamu!” Terus pukul2 manja.

Tapi sayangnya kita bukan tipe wanita se-geli-itu -_-

“kalau lo mau ngasih kasih aja. Urusan dia bohong biar itu jadi urusan dia sama Allah!” Katanya.

“Ya bukan masalah itunya… Tapi..”

“Apa?”

Ah sudahlah.. Kalau dilanjutkan bisa sampai pagi. Kita emang dari dulu udah sama-sama keras, sama-sama kuat sama prinsip masing2. Dalam hal apapuun. Dari jaman SMA. Temen saya ini selalu membuat saya gagal mengungkapkan apa yang ada dikepala saya. Karna dia selalu punya jawaban yang kuat, yang mematahkan pendapat saya tapi nggak bikin saya manut sama pendapatnya. Begitupula sebaliknya. Pokonya isi kepala kita jarang banget sama.

Dia adalah fulanah. Pada postingan saya “Akhirnya Allah pun menyentuh hati fulanah” yang udah pernah baca pasti tau 😀

Menurut saya tidak kasih uang kepengemis bukan pelit. Tapi itu, prinsip.

“Kasih seribu dua ribu aja apa susahnya, segala nuduh orang nipu”

Bukan masalah seribu duaribu tapi lebih kepada didikan. Pikir deh kalau semua orang dijalan berpikiran “yaelah seribu doang” kali perapa puluh yang lewat. Jadi kaya lah dia..

Akhirnya apa? Dia jadi terdidik minta-minta.

Nah. Kalau aja semua orang sadar. Nggak kasih pengemis walaupun cuma gopek.. Pendapatan nya yang tadinya ratusan ribu perhari jadi nol rupiah.

Maka dia nggak akan mau ngemis lagi.. Gopek yang kita pikir nggak berharga.. Akhirnya kita kasih ke mereka. Dampaknya besar lhoo.. Bukan mereka gak bisa makan jadi makan. Tapi mereka jadi malees.

Dibanding kerja. Yaiyalah enakan ngemis.. Gak capek duduk aja pakai baju compang-camping. Dapat uang.

Lagian gak kasih uang ke mereka sebenernya itu lebih membantu mereka kebanding kasih uang mereka lhoo… Seriuss..

Kita bantu mereka, untuk move on kekehidupan yang lebih baik. Juga dalam hal akhirat, karna dalam islam fix minta-minta itu haram.

Coba dipikirkan lagi. Jangan liat gopeknya, seribu duaribunya. Tapi pendidikan yang kita kasih ke mereka..

Kalau memang kita mau berinfaq, sedekah.. Lebih baik ke tempat-tempat yang memang jelas dan transparan. Mau menyumbang dana untuk masjid, lebih baik datang langsung. Atau ke anak yatim, banyak kok rumah yatim yang amanah.

Atau bisa juga via online yang hanya tinggal transfer seperi ACT, Peduli Muslim, etc.

Ya kalau kesitu kan nggak bisa gopek.

Yaudah ceplosin aja ke kontak amal dimasjid. Kalau gak kecelengan, nanti kalau udah banyak bisa ditansferin.

Sayang-sayang.. Kalau uang kita akhirnya malah disalah gunakan.

Emang sih. Niat kita bantu lillahita’ala. Masalah bohongnya itu urusan dia sama Allah. Tapikan kita juga harusnya bisa lihat dan nilai.. Maka lebih baik tersalur ketempat-tempat yang benar-benar lebih membutuhkan doong?

Btw,masalah mengemis dalam islam ini ada penjelasannya https://pengusahamuslim.com/4758-mengemis-yang-haram-dan-mengemis-yang-halal.html

Iklan

Serba-Serbi Menjadi Pedagang Online

image

Sudah beberapa bulanan ini ceritanya saya mulai jualan jilbab & niqab secara online. Setelah lama vakum dari dunia olshop, sebenarnya saya jualan online sudah sejak dari SMA dulu cuma baru kali ini yang benar-benar produksi sendiri. Walaupun masih dengan sistem PO (Pre Order).

Berjualan online dengan sistem PO ini sebenarnya ada tidak enaknya juga.
Tidak enaknya, pertama rasa khawatir ke customer takut mereka kecewa karna prosesnya takut kelamaan. Bagi yang sudah biasa beli sistem PO mungkin sudah biasa, dan mau sabar.

Tapi yang belum pernah mungkin masih belum mengerti, walaupun sudah diberitahu diawal.

Saya tidak bermaksud menjajikan 1 minggu barang pasti jadi, hanya saya katakan, insya Allah 1-2 minggu, tergantung banyak/tidaknya yang ikut PO. Kalau sedang sedikit kadang sebelum waktunya sudah selesai, kalau sedang banyak saya berusaha muter otak gimana caranya biar 1 minggu selesai, paling saya bagi 3 bagian ke 3 penjahit. Alhamdulilaah untungnya penjahit langganan nggak cuma 1.

Tapi kadang diantara penjahit itu -pernah- ada yang tidak on time, nah itu bikin saya makin pusing lagi, bawaannya tidak tenang, walaupun mungkin customernya masih tenang-tenang aja.

Sampai-sampai kalau 1 minggu sedang proses pembuatan PO saya sangat sibuk, mondar-mandir karna ada aja yang tidak sesuai, ditambah tanpa berjualan pun sebenarnya saya sudah sibuk karna aktifitas saya yang padat. Hehe *sokngartis*

Jadi sebenarnya berjualan dengan sistem PO ini tidak segampang yang dibayangkan, cuma catet-catet yang pesan, lalu belanja, terus kasih penjahit. Beres.

Padahal dibalik itu ada banyak waktu dan tenanga yang tercurah, dari mulai pencatatan menyalin setiap orderan dari handphone ke buku catatan, menempelkan satu-satu pesanan customer pada masing-masing bahan sebelum diberikan kepada penjahit, lalu menjelaskan secara detail kepada penjahit, memeriksa satu persatu hasilnya, belum lagi harus terus melayani, menjawab setiap pertanyaan calon pembeli dimesseger sebelum fix membeli, sebelum benar-benar fix biasanya menghabiskan waktu lebih dari 1 jam untuk bertanya-tanya atau bahkan bisa seharian. Itu kalau fix, belum yang ngeloyor gitu aja tanpa ada kabar setelah no.rek dikasih. Belum lagi yang tanya-tanya detail banget sampai seharian, tapi hanya berakhir.

“Makasih ya ukh infonya.. ”

Hehehe..

Tapi tetep saya bales, saya tetep berusaha welcome walaupun mereka cuma tanya-tanya nggak beli..

Siapa tau lain waktu berminat.

Namanya belanja sudah sewajarnya kalau bertanya detailnya, apalagi ini tidak melihat barangnya secara langsung.

Jadi saya maklumi sih kalau ada pembeli yang banyak tanya, gpp.. Saya lebih senang begitu tapi akhirnya beliau puas dari pada tiba-tiba langsung pesan, tapi setelahnya marah-marah karna barangnya tidak sesuai yang dia bayangkan. Karna asal pesan aja.

Walaupun kadang duh ya itu gue nulis keterangan buat apaan kalau masih aja ada yang nanya, panjangnya berapa? Ukurannya apa aja, dll.

tapi gpp saya tetep bales kok tanpa menghiraukan bahwa saya sudah pernah menulis keterangan difoto jualan yang saya share.

Saya tidak pernah membalas,
“Sudah ana tulis difotonya kok liat aja”

Apalagi dengan nada sedikit, kalau kata orang betawi “Songong” dengan gaya merintah pakai kata “Dong!” Misal “Dibaca dong!”

Saya pernah mengalami ketika tanya ukuran, dijawab seperti itu “kan sudah ditulis keterangannya!”

Langsung jleb!

Ternyata digituin nggak enak, kadang kita tanya lagi untuk lebih yakin aja dengan apa yang mau kita beli.

Walaupun mungkin jauh disana si mbak olshopnya nggak judes biasa aja. Tapi kesannya jadi kaya malas melayani pelanggan.

Nah apalagi yang memang dia judes beneran. Saya sangat gagal paham banget sama pedagang tapi jutek sama pembelinya. Jadi maunya apa gitu? Mau dibeli atau nggak sih, kan aneh kalau ada pedagang kaya gitu. Tapi faktanya banyak. Didunia nyata terlebih, tapi tidak sedikit juga olshop yang seperti itu.

Lagi pula dalam berdagang, apa sih yang bisa kita berikan kepada pelanggan selain dari kualitas barang kalau bukan pelayanan, kalau bukan ramahnya kita sama mereka. Saya sering lho beli barang yang sebenernya nggak pengen-pengen amat tapi karna pedagangnya hangat, ramah langsung friendly saya akhirnya beli dan saya juga sering nggak jadi beli barang padahal pengen banget karna pedagangnya jutek, ditanyanya jawabnya singkat.

Juga saya sedikit menyayangkan sikap pedadang yang sering mengeluhkan sikap pembelinya disocial media, sampai kadang tidak sampai hati membacanya, terlebih jika dia jualannya disocial media juga. Kadang mikir “itu pembelinya apa nggak baca? Apa nggak takut melukai hati”

Saya rasa senyebelin apapun pembeli, dia adalah saudara kita juga yang harus kita jaga aibnya. Walaupun kita tidak menyebutkan namanya secara terang-terangan. Tapi menurut saya hal tersebut memberikan kesan kurang baik dihati pelanggan kita. Dan akhirnya dia tidak mau lagi belanja dengan kita.

Lalu kita berdalih,

“Biarin aja masih banyak yang lain yang mau beli! Pelanggan saya nggak cuma dia doang!”

Semenjak berkomitmen untuk berjualan saya berusaha menghindarkan pikiran “Biarin aja masih banyak yang lain yang mau beli! Bukan dia doang!” Ketika mulai menghadapi custumer yang agak nyebelin. Karna itu bisa bikin usaha kita nggak lama.. Yang ada kita malah jadi meremehkan pembeli karna merasa “pelanggan gue bukan lo doang, banyak yang lain!”

Saya lebih baik beberapa orang tidak jadi beli tapi kita memberikan kesan yang baik -karna siapa tau lain waktu dia beli- dari pada barang saya laku tapi pembeli dapat kesan yang tidak baik sehingga tidak akan beli lagi. Apalagi testimoni nya ke teman-temannya pasti juga akan buruk.

Akan ada rasa senang yang luar biasa ketika orang yang sudah pernah beli ke kita terus dia
Beli lagi bahkan sampai jadi langganan, karna berarti ada kesan didalamnya sehingga dia percaya dan mau beli lagi.

Pembeli itu kan manusia, dari setiap pembeli pasti punya karakter masing-masing, kita nggak bisa terlalu berharap, semua pembeli itu cuma tinggal chat, “ana mau ini ukh” lalu langsung transfer beres.

Lagipula pada hakekatnya kitalah yang butuh pembeli bukan pembeli yang butuh kita. Makanya ada istilah pembeli adalah raja. Karna cari pedagang itu mudah, tapi cari pembeli itu sulit. Jadi kalau kita tidak memberi kesan yang baik kepada pembeli, pembeli bisa saja dengan mudah membeli pada pedagang lain. Tapi kita?

Ya bukan berarti dengan begitu kita menjadi budak pembeli.

Selain saya pedagang online saya juga konsumen yang gemar belanja online jadi saya tau bagaimana rasanya dijutekin pedagang, dan dibawelin pembeli. Belajar dari pengalaman akhirnya saya berusaha untuk selalu ramah sama pembeli, juga nggak bawel-bawel amat kalau jadi pembeli hehe

Saya nggak tau banyak ilmu bisnis.. saya hanya sedang berusaha mengambil pelajaran dari setiap apa yang saya rasakan, menjadi pengamat dari sudut pandang, seorang pembeli dan pedagang.

Berbisnis seperti ini walaupun masih kecil-kecilan tapi sudah memberikan saya banyak pelajaran, walaupun masih secuil pengalaman.

Dari berbisnis seperti ini saya jadi sering bertemu dan berinteraksi dengan pedagang, dikreta atau dipasar itu sendiri, berinteraksi dengan sesama pembeli juga mendengar banyak pengalaman dari para pedagang.

Merasakan pelayanan seperti apa sih yang bisa membuat saya nyaman dan suka. Dan sebaliknya, dan berusaha saya terapkan kepada pelanggan saya.

Jadi ini hanya sedikit dari banyaknya cerita dan pelajaran dari bagaimana rasanya jadi pedagang online.

Semoga suatu saat Allah Ar-razaaq rizkikan saya sehingga bisa buka juga secara offline. Maksudnya punya toko atau kios jilbab hehe..

ISLAM FANATIK VS ISLAMPHOBIA

image

Beberapa hari yang lalu.. Disebuah tempat pembelanjaan ada seorang bule entah bule dari mana yang jelas bule. Bule beneran, bukan bule nya pa’le.

Berjalan cepat, tapi ketika lewat tepat didepan saya mendadak dia berhenti, bahkan mundur menghampiri saya, menatap saya dari atas sampai bawah, lama. Cukup lama kalau hitungan durasi normalnya orang menatap orang lain yang tidak dikenal.

Raut wajahnya sangat kesal seolah-olah saya buat salah padanya. Saya heran kenapa orang ini tidak melanjutkan jalannya padahal tadi kelihatan sangat buru-buru. saya menunduk kebawah perasaan saya nggak injak kakinya. Tapi dia seolah-olah seperti orang yang diinjak kakinya. Seperti orang yang mau marah. Teman saya langsung menyelinap kebelakang saya karna takut.

Lalu, saya lihat wajahnya dan saya tersenyum.. Sambil anggukan kepala sebagai rasa hormat.

Tapi ternyata itu, membuat dia makin kesal

“Kamu itu siapaa haaa?”

Saya hanya menatapnya keheranan.

“Saya ini takut sama orang kaya kalian inii… Sama kaya orang yang suka pakai hitam-hitam itu. Pakaian seperti ini hiiih.. ” dengan nada merendahkan.

“Iya pak.. Karna kita muslim 😊”

“Ya! Ya! Ya!.. Muslimmm!!!!” dengan nada yang tinggi.

“Muslim itu terrorisss… teroriiisss…”

“Kalian itu sukanya menembak-nembak oraaang.. Orang ditembakiiiinn…”

“Dodododooorrrrr… Ya kalian ituuu” sambil meragakan gaya orang menembak sambil ngeloyor pergi. Tapi sambil tetap berteriak “Dododododoooorrr… Teroriiss”

Saya dan teman hanya bisa ngelus dada.

menghadapi orang seperti ini memang jangan pakai emosi karna yang ada dia makin benci sama islam. Senyumin aja.. Balas aja dengan akhlak yang baik.

Budeh saya nan jauh disana pernah berpesan “kemana pun kita pergi kita harus jaga ini, jaga ini..” (Sambil memegang jilbab dan niqab)

Kini memang nama islam sedang kembali tercoreng dibarat sana, mungkin ini salah satu dampaknya, maka inilah tugas kita sebagai agen muslim untuk kembali merubahnya, bahwa islam adalah agama yang damai dan penuh kelembutan. Bukan agama kekerasan bukan agama teroris.

Bule tadi mungkin berpikir bahwa saya ini fanatik, radikal dan menyeramkan. Karna pakaian saya. Padahal saya sedang tidak memegang senjata, tidak sedang menodong dia.. justru dia malah yang sudah membuat saya takut, tiba-tiba marah-marah seenaknya.

Jadi siapa yang menakutkan?

Disebut fanatik, radikal, extreme rasanya sudah biasa dialami orang yang memutuskan untuk berhijrah ke islam yang kaffah, dulu ketika memutuskan untuk berhijrah banyak teman yang sering menasehati saya bahwa jangan terlalu fanatik sama islam. Gak baik.

SubhanAllah.

Jadi maksudnya islam itu tidak baik? Atau.. Jika terlalu menta’ati mencintai islam itu tidak baik?

Dari sini saya tau bahwa bukan hanya orang-orang diluar islam saja yang sudah termakan fitnah para musuh Allah seperti bule tadi, tetapi ternyata juga orang-orang islam itu sendiri juga banyak yang terpengaruh. Bahkan justru fitnah ini muncul karna mereka sendiri yang ikut serta mencoreng islam.

Kita tau diluar sana banyaaaak sekali orang-orang yang setiap hari memikirkan bagaimana menghancurkan islam, bagaimana melenyapkan islam selenyap-lenyapnya dari dunia ini. Sehingga dunia ini benar-benar menjadi dunia yang bebas tanpa aturan.

Mereka sangat takut kalau banyak orang yang mengenal islam karna jika sudah kenal pasti akan mencintai islam kalau sudah cinta maka ia tidak akan mau lagi berbuat kelicikan, produk mereka seperti miras, rokok, portitusi, musik dan film tidak akan laku lagi itu kenapa mereka membuat banyak fitnah membuat opini baru tentang islam sehingga sudah benci dulu sebelum mengenal. Bahwa islam itu begini serta begini.

Akhirnya muncul istilah “ISLAM FANATIK”Seolah-olah jika orang terlalu cinta (fanatik) terhadap islam itu berbahaya, buruk, harus dibunuh sebelum dia membunuh banyak orang. Padahal sama sekali tidak demikian, menurut saya orang yang fanatik yang sangat cinta terhadap islam justru dia akan berbuat banyak kebaikan, dia akan isi hari-harinya dengan amal shalih yang diperintahkan dalam islam. Islam adalah agama yang penuh kedamaian bahkan saking tidak sukanya Allah terhadap kedziman terjadi dimuka bumi ini, Allah tetap mengabulkan doa orang yang terdzalimi meski dia, adalah orang kafir.

Saya tidak terima jika ada orang yang melakukan pemberontakan kepada pemimpin, menumpahkan banyak darah secara keji dan membabi buta disebut “islam fanatik” atau melakukan sesuatu yang sebenarnya bertolak belakang dengan islam, tetapi mengatasnamakan islam.

Mereka sama sekali bukan islam fanatik. Mereka tidak fanatik kepada islam tapi mereka fanatik kepada kelompok mereka, kepada golongan mereka. Karna kalau mereka fanatik terhadap islam tentu mereka tidak akan berbuat demikian karna itu bukan ajaran islam.

Kita jangan mau terpengaruh dengan orang yang ingin menjelekan nama islam. Tujuan mereka hanya semata-mata agar kita enggan, takut, malas mempelajari Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, menta’ati Allah dan RasulNya.

Setelah bule itu pergi meninggalkan kami lalu masuk waktu ashar dan hari jum’at maka saya berdoa semoga bule tersebut Allah beri hidayah islam.

Dan kalau kelak bertemu lagi dan dia masih mencak-mencak saya ingin sekali kasih dia Al-Qur’an terjemah dan saya memintanya untuk baca sampai habis. Agar dia tidak menjudge islam seenaknya tanpa mengetahui yang sebenarnya. Kalau dia menolak atau bahkan dia lewati satu lembarpun. Saya katakan kepada dia

“Berarti bapak takut.. ”

Ya berarti dia takut,

“Bapak takut akan jatuh cinta kepada islam.. Bapak takut hidayah itu datang. Karna berarti dihati bapak, ada perasaan yang membenarkan islam. Dan bapak tidak yakin dengan jalan yang bapak tempuh sekarang, kalau bapak yakin apa yang bapak tuduhkan terhadap islam dan bapak yakin dengan jalan bapak, maka buktikan baca sampai habis”

Naah bagi yang masih phobia beranggapan kalau islam itu gak usah lebay biasa-biasa aja, beranikah kita melakukan tantangan tersebut? Pelajari dan baca Al-Qur’an hingga artinya sampai habis, hadiri majelis ilmu, cari tau secara mendalam tentang islam.

Karna sebenarnya kita ini bukannya malas tapi takut, kita sudah dikalahkan gengsi. Kita selalu mengelak dan melawan nurani kita sendiri. Karna nurani selalu ingin dan terus dekat dengan penciptanya.

Itu kenapa ada salah seorang teman yang sudah jauh dgn islam dan sudah tidak mau dengar nasehat2 agama, apalagi ayat yang berkenaan dengan maksiat yang ia lakukan. Bahkan dia akan marah. Itu senenarnya dia sedang menutupi ketakutannya, Karna didalam lubuk hati setiap manusia, seperti apapun dia tentu ada rasa takut kepada sang pencipta.

Jadi bukannya malas baca, tapi takut. Takut jatuh cinta dengan islam. Karna masih ingin dan sulit lepas dari kebiasaan2 yang melalaikan. Takut dan gengsi untuk bertobat. Takut dibilang gak asik lagi. Ya kan?

Kalau tidak. Maka buktikan 😊

Mau tetap phobia atau kita akhiri ini dengan menyelesaikan tantangannya dan kita lihat perubahan yang terjadi setelahnya. Kalau baca novel harry potter yang setebal kamus aja kamu mampu apalagi cuma Al-Qur’an 😊 Berani mencoba? Buktikan!

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Hingar-Bingar Artis Tobat

analog-books-camera-clock-colors-Favim.com-435683

Beberapa hari yang lalu, Seorang teman menasehati saya..

“Kita mah jangan ikut heboh kalau ketemu artis dikajian.. Karna niat kita kan bukan untuk itu.. ”

“Nggak ada yang special kok dari mereka, kita dan mereka sama. Sama-sama pernah tenggelam kedalam maksiat.. ”

“Kenapa semangatnya beda, kalau pingin kenalan atau ngobrol sama ex artis kebanding sama saudaranya yang lain.. yang juga baru ngaji”

“Iyalah siapa elo.. ” (canda saya)

“Katanya, jangan lihat orang dari masa lalunya, kenapa kita sering banget mengatakan “Fulan/ah itu lho.. yang mantan pemain sinetron..”

“Ahsan, kita jangan terlalu banyak memuji mereka, toh kita juga pernah berada diposisi yang sama ketika hidayah itu menyapa.. ya kan? kalau mereka jadi ujub gimana.. lagian apa sih bedanya ex artis sama saudara kita itu, sama-sama orang yang -baru ngaji- kan?” Lanjut Membaca

Nyindir diSocmed? Kenapa nggak..

tumblr_mr9s3oxM3i1s753zro1_500

Jangan katakan,

“Kalau ada suadara kita yang belum kenal sunnah, belum paham ajak dan rangkul dengan lembut, jangan nyindir lewat status..”

Kalau kamu sendiri masih doyan update status.

saya selalu ingin menyampaikan banyak hal kepada seseorang, yang sudah saya kenal ketika saya menemukan sesuatu yang salah dalam hidupnya, saya tidak ingin mengatakan saya adalah orang yang -terlalu- perduli. tidak juga. karna kenyataannya saya lebih banyak diamnya melihat kemungkaran yang terjadi dari pada bertindak.
Jangnkan untuk bertindak untuk menyampaikannya saja terkadang sulit, ada banyak pertimbangan yang membuat saya berpikir kalau -lebih baik- tidak usah disampaikan. Lanjut Membaca

Allah pun, Menyentuh Hati Fulanah..

tumblr_myb2v40Zbg1rbawg4o1_500

Beberapa bulan yang lalu awal pembicaraan saya dengan fulanah mengenai masalah hijab dibbm, seminggu kemudian -Kalau tidak salah atau bahkan kurang dari itu, -Atas izin Allah-

Tiba-tiba ada sosok wanita berpakaian serba hitam, membuka helm..

“Daleee… ” *Biasa dia memanggil saya*

Ya! Ternyata fulanah..

Saya berdiri dengan tatapan hampir nggak percaya, terakhir bertemu.. -sudah lama hampir setahun lebih- fulanah masih mengenakan celana jeans ketat, sepatu cats dan kaos oblong plus motor laki-laki (Motor laki-laki disini, bukan motor gigi, tapi benar-benar motor yang dikhususkan untuk laki-laki) Lanjut Membaca..