Masuk Surga Karena Mematahkan Ranting Pohon..

10314682_324422714377427_1409141032877352682_n
Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki yang beramal sedikit namun masuk surga Allah,

Bukhari Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “ketika seorang laki-laki berjalan di satu jalan, dia melihat ranting berduri dijalan, lalu dia menyingkirkannya. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya.”

Alkisah Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan-jalan di sebuah jalan. Ia menjumpai rerantingan yang berduri yang menghambat jalan tersebut, kemudian ia menyingkirkannya. Lalu ia bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah mengampuni dosa-dosanya.

Dalam riwayat lain, juga dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki yang tengah menikmati kenikmatan di surga disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.”

Kisah sahih di atas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab “Al-Adzan“, Bab “Fadhlu Tahjir ila Zhuhri“, no. 652; dan Kitab “Al-Mazhalim“, Bab “Man Akhadzal Ghuzna wama Yu’dzinnas fith Thariq“, no. 2472; juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab “Al-Bir wash-Shilah wal Adab“, no. 1914; dan Kitab “Al-Imarah“, no. 1914.

Subhanallah.. Laki-laki ini beramal sedikit namun meraih pahala yang besar. Rahmat Allah sangatlah luas dan karunia-Nya yang agung. Apa yang dilakukan oleh orang ini dianjurkan oleh agama kita. Rasulullah memerintahkan agar kita melakukan hal ini. Beliau bersabda , “Jauhkanlah sesuatu yang mengganggu dari jalan kaum muslimin”1. Beliau memberi peringatan keras agar tidak mengganggu jalan dari jalan kaum muslimin. Beliau bersabda , “Barangsiapa yang mengganggu kaum muslimin di jalan mereka, maka dia memperoleh laknat mereka”2

(1 Albani dalam Silsilah Shahihah (5/487), no. 2373. Menisbatkannya kepada Abu Bakar bin Abu Syaibah dalam Al-Adab, Abu Ya’la dalam Musnad, Ad-Dhiya’ dalam Al-Muntaqa. Muslim meriwayatkan dengan maknanya dan diriwayatkan oleh Ahmad.)

(2 Albani menisbatkannya dalam Silsilah (5/372), no. 2294, kepada Thabrani.Abu Nuaim dalam Akhbari Ashbahan, Abu Bakar Asy-Syafii dalam Musnad Musa bin Ja’far.)

Some content on this page was disabled on 25 July 2015 as a result of a DMCA takedown notice from Paul Wesley Davidson. You can learn more about the DMCA here:

https://en.support.wordpress.com/copyright-and-the-dmca/

Hadiah Istimewa Dari Allah Kepada HambaNya…

10313737_324167407736291_6052661730191173466_n (1)

Ketika Allah azza waa jallaa sangat rindu pada hamba-Nya, ia akan mengirimkan
sebuah “hadiah istimewa” melalui
malaikat Jibril yang isinya adalah
“ujian & cobaan.”

Dalam hadits qudsi Allah berfirman:

“Pergilah pada hambaKU lalu timpakanlah
berbagai ujian padanya kerana AKU ingin mendengar rintihannya.” (HR Thabrani dari
Abu Umamah)

Sahabat fillaaah.. Ketika Allaah ta’ala mengujimu atas ujian yang bertubi-tubi itu bukan berarti Dia tidak adil atau bahkan membenci mu..

Tapi…

Dia hanya sedang RINDU padamu.. Agar engkau senantiasa kembali padaNya…

Karna, kesenangan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada seorang hamba belum tentu menjadi sebuah pertanda bahwa Allah menyayanginya. Begitu juga sebaliknya, kesulitan serta cobaan yang Allah berikan belum tentu menjadi wujud kebencian Ia kepada kita.

Cemaslah jika Allaah terus-terusan memberikanmu nikmat karna boleh jadi itu bentuk dari “istidraj” agar Engkau terus terlena dan mengulur waktumu agar terus dalam kesesatan.