#SAYATOLERANSI

#ISLAMAGAMATOLERANSI

Kemarin hari toleransi. Ramee hestek #SayaToleransi

Dan gue mau ngucapin termikasih sama pak ahok!

karna anda telah memperlihatkan kepada kami pak.. mana muslim sejati dan mana muslim munafik yg semakin kesini makin terbuka tabirnya.

terimakasih juga krn anda telah membuat beberapa dari kami yg mungkin kemarin2 memilih anda karna ketidaktauan dan sekarang menjadi tau dan sadar, bahwa haram hukumnya memilih pemimpin non muslim. Walaupun ada aja yg tetep gak peduli karna terlalu ngefans sama bapak. Yaelah.

Gue udah geraaah dah ama mereka. Ulama jadi bahan ledekan, mendadak jadi ahli bahasa semua, ahli tafsir padahal maah kemarin2 boro ngomongin agama, anti banget.. soalnya SARA.

Bawa bawa toleransilah.

Yang terjadi waktu 411 itu bukan untuk menyuarakan anti kristen apalagi anti cina. Walaupun gue sendiri gak setuju dgn saudari muslim gue yg turun ke jalan demo. Karna bagaimana pun dalam islam demo haram. Tapi cuma mau melurusakan aja kalau aksi kemarin itu ¬†gak ada hubungan nya sama “GAK TOLERANSI” ngotak aja deeh.. kitab suci kita.. firman Allah disebut alat pembodohan! Astagfirullaaah… dengernya aja gue kaya mau rontok nih tulang2 saking ngerinya. Dan kalian dengan bangga ngebelain dia. Sampe rela hujat saudara seaqidah. Gila kereen. 2 jempol daah buat kecaperan kalian.

Toleransi itu menghargai hak kepercayaan orang lain. Bukan menomorduakan agamaa sendiri demi menghormati orang dari agama lain.

Masalah orang non islam mencalonkan diri jadi gubernur bahkan jadi presiden, itu terserah.. hak mereka dan kita sama sekali gak melarang. Bebaaas. Tapi satu hal, jelas dalam agama kami DILARANG memilih pemimpin non islam. Dan itu ATURAN AGAMA kami dan sebagai bentuk TOLERANSI kalian harus HARGAI. Bukan malah bilang itu pembodohan macam-macam.

Dari kecil gue hidup dengan perbedaan dari mulai disekolah, lingkungan bahkan dalam keluarga. Saling menghargai dan menghormati.. Semua terasa indah dan baik baik aja. Tapi semua itu bisa hancur ketika ada yg mulai menyentuh perbedaan itu dan mulai rasis. Maka sedari kecil gue sudah dididik untuk menjaga sikap dan jangan pernah berani untuk sentuh area sensitif itu.

Nah.. itulah yg terjadi dihari ini, dia sudah berani sentuh itu, maka pasti dari kami ada yg bertindak, jelas kami gak terima dan ini berlaku untuk siapapun. Hukum harus ditegakan. Bukan hanya berlaku untuk pak ahok. Gak usah ngomong kalau gak update berita banding2in sama yg menghina qur’an yg lain. Gak butuh lama gak perlu ada demo langsung ditindak kok. Dan justru kita juga gak paham, heraaan kenapa ini lamaaa dan ribeeet.

Buka youtube cuuuy liaat demo demo diEropa banyaak bertebaran demo anti islam. Orang islam pernah gak berdemo anti agama lain? Ada gak dalam demo kita menghina ajaran agama lain? Bahkan ada gak orang islam demo menghina Tuhan agama lain? Nginjek atau bakar kitab agama lain? Tapi demo2 yg terjadi diluaar .. Ya Allah. Qur’an diinjak, dibakar, bahkan Nabi Muhammad dibuatkan kalikatur nya dengan sosok yg hina. Coba.. Pernah gak ada orang non muslim yg berkunjung atau tinggal dinegara mayoritas muslim ketika sedang mengenakan atribut keagamaan nya kita paksa lepas, kita injak2? Tapi sudah tidak terhitung lagi berapa saudara kami yg diperlakukan tidak pantas ketika islam menjadi agama minoritas dinegara tersebut, hanya karna mengenakan atribut keagamaan.

Dokter Zakir Naik yg dalam debatnya sangat berani mengkritik kitab agama lain. Tapi apa pernah beliau bilang umat nasrani dibodoh2in sama bibble?

Jadi siapa yg rasis?

Dalam syariat islam jelas.. haram hukumnya menghina sesembahan agama lain. Dan itu tertera dalam Al-Qur’an. Dan islam berlepas diri dari tindakan terorisme, penyerangan atau pemboman rumah ibadah agama lain. Karna dalam situasi berperangpun nabi kita Sallaullahu Allahi Wa Sallam melarang melakukan itu.

Jadi jangan sotoy ngajarin islam toleransi. Islam udah toleransi dari kalian belum bisa bicara toleransi bahkan dari kalian belum bisa bicara sama sekali.

#SayaToleransi #IslamAgamaToleransi

Iklan