Jilbab Wanita Muslimah: Kainya Harus Tebal, Tidak Tipis

tumblr_m198deWc9p1r5gy4zo1_400

Jilbab disyaratkan harus terbuat dari kain yang tebal, sebab yang namanya menutup tidak akan terwujud,
kecuali dengan bahan penutup yang tebal. Adapun bila kain penutup tadi tipis, maka hanya akan menambah daya tarik bagi si wanita yang me-ngenakannya atau malah menjadi perhiasan baginya. Berkenaan dengan hal ini Rasulullah sallaullahu allahi wa sallam bersabda: Lanjut Membaca

Bingkisan untukmu.. Yang masih enggan berhijab dan yang sudah berhijab namun jauh dari syariat..

704293839

Saudariku seiman.. Yg sama-sama Allah beri nikmat terbesar dan
terindah yaitu nikmat terlahir islam, nikmat terlahir menjadi umat
manusia yang paling mulia akhlaknya, Muhammad Salaullahu
Allahiwassalam, Nabi kita, yang tak hentinya semoga kita selalu
bersalawat kepadanya, yang semoga semakin hari rasa kecintaan ini
semakin bertambah, sehingga kelak dapat bertemu dan bertatap langsung
dengan beliau dijannahNya..

Dan, Nikmat lain yang tak kalah hebat adalah nikmat terlahir sebagai
seorang wanita..

Saudariku, Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh semesta alam,
termasuk rahmat bagi kaum perempuan. Islam datang untuk memuliakan
kaum perempuan. Islamlah yang telah menyelamatkan kaum perempuan di
muka bumi.

Liatlah bagaimana kondisi perempuan pada zaman jahiliyyah dahulu.

Orang-orang jahiliyyah dahulu sangat merendahkan wanita, bahkan
mengubur hidup-hidup anak perempuan yang baru lahir.

Dahulu lahirnya seorang anak perempuan dalam sebuah keluarga merupakan
aib terbesar.

Tapi ketika islam datang, semua berubah, wanita dipandang mulia,
dijaga dan tak lagi dipandang rendah.

Betapa ajarannya, aturannya begitu sangat menjaga kita..
Betapa perintahNya, sangat membuat kita terlihat amat istimewa ..

PerintahNya yang membuat kita terlihat berbeda dengan wanita-wanita
kuffar, perintahNya yang membuat kita terlihat sejuk dipandang,
perintahNya yang membuat kita terlihat seperti sebutir mutiara didalam
kerang yang terjaga, begitu misteri dan penuh rahasia.

Kita tau bagaimana sulitnya mendapatkan sebutir mutiara, perlu
menyelam, dan harganya sangat mahal.

Maka jadilah engkau seperti mutiara didalam kerang, yang tersimpan
rapat, yang mendapatkannya sulit, dan harganya pun mahal.

Dan kau tau perintah apa itu? Yang membuat kita terlihat begitu indah,
tertutup rapi dengan manis..

Adalah.. Berhijab sesuai syariatNya..

Dan kita semua mengetahui apa hukum hijab bagi kaum wanita muslim,
yaa.. Hukumnya wajib.

Sama hukumnya seperti sholat 5 waktu, dan ibadah-ibadah wajib lainnya,
yang sama-sama dosa bila meninggalkannya.

Alhamdulilah, sekarang sudah banyak wanita muslim yang sudah berhijab,

Tapi kini.. Kebanyakan Hijab wanita dijaman ini sungguh jauh dari
nilai syariat islam, Trend mode hijab sudah dimana-mana, hijab fashion
semakin inovatif, semakin berpariasi, dari model dengan gaya dililit,
sampai menyerupai punduk unta.

Padahal sudah jelas bagaimana hukum tabarruj, bagaimana hukum
menampakan perhiasan didepan laki-laki yang bukan mahrom.

Bahkan terteranya lebel halal dikosmetik meski dari MUI sekalipun
tetap tidak merubah hukum haramnya berhias didepan laki-laki yang
bukan mahrom.

Kalau iblis gagal mengajak wanita untuk tidak berhijab maka dia akan
menyuru wanita berhijab namun jauh dari nilai syariat.

Ingatlaah, berhijab lebar dengan jubah bukanlah aturan/ciri aliran
tertentu tapi syariat islam yang tertera jelas dalam Al-Qur’an dan
Hadits.

Memang begitulah hakikat hijab menyembunyikan bukan sekedar membalut,
hijab itu menutupi lekuk tubuhmu dari ujung rambut sampai ujung kaki,
bukan hanya sekedar menutupi rambutmu..

Dari dulu hingga sekarang hijab tetap sama, tetap seperti apa yang
Allah perintahkan kepada Nabi kita dalam firmanNya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ
الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ
جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ
وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu
dan isteri-isteri orang mu’min: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Al Ahzab: 59).

Yaa ukhti fillaah, yang diberi anugrah kecantikan oleh Allah ta’ala..
Resapilah ayat diatas, pahami apa fungsi hijab yang sebenarnya, hijab
adalah sebuah penghalang, pentutup, agar kita mudah dikenali sebagai
perempuan mu’min, agar kita tidak diganggu, bukan aksesoris yang
membuat kita terlihat paling menarik, bukan agar kau terlihat lebih
modis, bukan sebuah warisan leluhur yang kau lestarikan dengan macam
inovasi, sehingga nampak tak tertinggal zaman, bukan juga sebuah trend
fashion, atau sebuah gaya style penumuan terbaru.

Tau kah dirimu, Kita ini adalah fitnah terbesar yang Rasulullah
tinggalkan dimukabumi ini kepada kaum lelaki

Begitu besarnya fitnah yang ada diri kita, maka betulah sabda
Rasulullah kalau dia melihat sebagian besar penghuni neraka adalah
wanita.

Yaitu wanita penebar dosa, para wanita yang menjadi sumber maksiat.
Wanita yang menjadi pembantu iblis untuk menjerumuskan manusia ke
neraka.

Para wanita yang menjadi sebab banyak lelaki melakukan zina mata… para
wanita yang mengobral harga diri dan kehormatannya. Para wanita yang
mengumbar aurat di depan umum, tanpa rasa malu.

Karena jasa besar para wanita penjajah aurat ini lah, Iblis layak
berterima kasih kepada mereka..

Ukhti kita ini aurat, maka bila kita keluar rumah, iblis terus
mengikuti kita, dan menghias-hiasi kita dari pandangan lelaki sehingga
terjadilah fitnah.

Padahal tau kah dirimu.. Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur
denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu..

Berapa banyak mata lelaki yang melihat auratmu, bahkan lekukmu saja?
maka sebanyak itu lah dosa yang kau dapatkan..

Ingatlah selalu sabda Rasulullah..

“Dua jenis penghuni neraka yang belum pernah aku lihat. Sekelompok
orang yang membawa cambuk seperti ekor sapi, dan dia gunakan untuk
memukuli banyak orang. 2 para wanita yang berpakaian tapi telanjang,
jalan berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk onta, mereka tidak
masuk surga dan tidak mendapatkan harumnya surga, padahal bau harum
surga bisa dicium sejarak perjalanan yang sangat jauh.” (HR. Ahmad
8665 dan Muslim 2128).

Wanita berpakaian tapi telanjang, ialah wanita yang mengumbar aurat,
berpakaian tipis transparan, atau ketat membentuk lekuk tubuh.

Tak takutkah kita akan ganasnya neraka Allaah? Akan dahsyatnya siksaan nereka?

Tak ingin kah kita mencium bau surga? Bahkan tinggal dan menetap disana?

Wahai saudariku yang masih enggan berhijab, atau yang sudah berhijab
tetapi jauh dari syariat..

Apa yang membuat mu masih enggan mengenakan pakaian ketakwaan ini?

Apa sampai kau merasa hatimu sudah baik?

Wahai ukthi, Sampai kapan dirimu menutupi ketidak inginan mu
menggunakan hijab dengan alasan “mau hijab-in hati dulu” dalil mana
yang kau gunakan? Atsar siapa yang kau ikuti? Apa pernah kau temui
surat diAl-qur’an satu ayat sajaa, yang menyatakan bahwa hijab hanya
wajib untuk wanita-wanita yang baik hatinya, yang suci tanpa dosa,
sehingga dirimu berdalih haruslah baik dulu hatinya baru berhijab?

Atau, Apa dirimu ingin terus-terusan menjadi senjata terindah iblis?
Apa dirimu mau terus-terusan menjadi umpan bagi iblis untuk
menjerumuskan kaum adam?

Tak inginkah dirimu merasakan lezatnya iman terus megalir tatkala
hijab mu menjaga mu, menjaga mu dari fitnah, menjaga mu dari banyak
maksiat?

Ataukah dirimu ingin tetap terus menjadi teman setia iblis hingga
kekal dinerakaNya?

Nauzubillah semoga tidak.

Aku tak ingin kita seperti itu..

berapa helai rambut yang kau tampakan? berapa pasang mata yang telah
melihatnya? Apa pembelaanmu saat nanti di Yaumul Hisab?

Tutuplah seluruh tubuh cantikmu, kecuali yang biasa tampak, seperti
dijelaskan dalam Al-qur’an surat An-nur ayat 31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…”

Biarlah cantikmu, hanya untuk suamimu kelak..

Jangan biarkan oranglain dengan gratis menikmati indah tubuhmu..

Sembunyikanlah.. Cantikmu dengan hijab syar’i, hijab syar’i itu simple
tanpa wewangian, tanpa hiasan, penuh dengan kesederhanaan, membawa
ketenangan, kesejukan..

Lihatlah bagaimana para wanita-wanita mu’minah dijaman nabi dahulu,
betapa mulianya mereka dengan hijabnya, betapa hebatnya mereka, betapa
anggunnya mereka..

Cukuplah ummul mukminin dan para sahabiyah yang menjadi inspirasi kita
dalam berhijab, bukan artis-artis diTv atau video-video tutorial
diyoutube, cukuplah Allah yang menjadi designer kita.

Biarkan jilbab panjangmu tergerai indah tanpa pernak-pernik. Biarkan
kainnya berkibar tanpa dililit. Lillahita’ala, Hanya karna Allah
semata 🙂

Yaa ukhti fillaah.. Bait demi bait ini ku tulis bukan untuk
mengambarkan bahwa diriku sudah sempurna, bahwa diriku sudah jauh
lebih baik dari kalian, tidak.. Aku sama seperti dirimu yang sama-sama
masih belajar, yang masih fakir ilmu..

Diriku hanya seorang awam yang sedang mencoba ingin menyampaikan kabar
baik untuk dirimu..

Bait demi bait ini ku tulis untuk kepedulian ku terhadap mu..
Saudariku, yang aku cintaimu karena Allah..

Agar kita bisa sama-sama belajar, agar kita bisa sama-sama memahami
perintahNya, yang sering kita sebut dengan “berhijab”

Bait demi bait ini adalah bingkisan untukmu.. Yang masih enggan
berhijab dan yang sudah berhijab namun jauh dari syariat.. Dan
motivasi untuk diriku sendiri..

Teruntuk dirimu yang masih tergerai rambutnya, yang masih enggan
mengenakan hijab, semoga Allah segera menyentuh hatimu, dan hidayah
segera bersemayam dihatimu..

Untukmu yang masih mengenakan hijab fashion semoga Allah segera
menyentuh hatimu juga, agar kau segera melangkah kehijab yang sesuai
syariatNya..

Dan teruntuk dirimu yang sudah menutup cantik auratmu dengan sempurna,
semoga Allah senantiasa menjagamu, seperti kau menjaga perhiasanmu
dengan hijab syar’i mu..

Semoga Allah selalu menetapkan hati kita diatas agamaNya dan diatas
keta’atan kepadaNya..

Dan.. semoga Allah selalu mempererat ukhuwah islamiyah kita hingga ke
JannahNya..

-Siti Fatimah Aisyaah, 5 Jumaadil Akhir 1435H

Jilbab Wanita Muslimah: Kainnya Harus Longgar, Tidak Ketat.

pretty-rose-suitcase-vintage-yellow-Favim.com-54426

Jilbab disyaratkan harus longgar, karena maksud dan tujuan (seorang wanita) berpakaian tidak lain adalah
untuk menghilangkan fitnah (ketertarikan laki-laki asing). Hal itu tidak mungkin terwujud kecuali dengan potongan yang longgar. Karena pakaian yang ketat, meskipun bisa membuat tertutupnya warna kulit, namun tetap dapat menggambarkan lekuk tubuhnya sehingga masih akan menggoda pandangan laki-laki. Bila pakaian wanita seperti itu keadaannya niscaya akan mengundang banyak kemaksiatan dan menimbulkan kerusakan bagi laki-laki yang melihatnya. Oleh karena itulah pakaian wanita mesti harus longgar, tidak ketat. Lanjut Membaca

Jilbab Wanita Muslimah: Tidak Untuk Berhias

floral-pearls-pretty-rose-vintage-Favim.com-153971

Jilbab disyaratkan tidak untuk berhias, berdasarkan firman Allah ta’ala yang tersebut di dalam surat An-Nur ayat 31: “Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka.”

Secara umum ayat ini mengandung larangan menghiasi pakaian yang dipakainya sehingga menarik perhatian laki-laki. Ayat ini juga dikuatkan oleh firman Allah yang tersebut di dalam surat Al- Ahzab
ayat 33:

“Dan hendaklah kalian tetap tinggal di rumah!]uga, janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dulu!” Lanjut Membaca

Jilbab Wanita Muslimah: Menutup Seluruh Tubuh, Selain yang Dikecualikan.

698269157722ba4dc8b4ef45f89c6a23

Syarat ini terdapat di dalam firman Allah ta’aa surat An-Nur ayat31:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Lanjut Membaca